Chief Officer Formula E: Hujan Bukan Kendala Utama, Malah Bikin Lebih Atraktif

Merdeka.com - Merdeka.com - Chief Competition Officer Formula E, Alberto Longo mengatakan, hujan deras tak menjadi kendala utama pada perhelatan Formula E di Jakarta. Dia mengatakan, sirkuit di Ancol tersebut akan mendapatkan pengesahan layak pakai pada Jumat (3/6).

"It's not an issue, kami memiliki FIA di sini, FIA dan IMI sudah membantu sejak awal. Semua sudah berjalan sesuai rencana, tidak ada masalah. Kami akan mendapatkan homoglasi pada Jumat," kata Alberto usai meninjau kesiapan sirkuit Formula E di Kawasan Ancol Jakarta Utara, Rabu (1/6).

Meski demikian, Alberto berseloroh, hujan rintik justru memantik suasana lebih seru bagi para penonton. Meski sebaliknya, para pebalap tidak ingin merasakan balapan di kondisi hujan.

"Tapi kalau mereka (pebalap Formula E) dengar pasti mereka ingin membunuhku, karena tidak ada pebalap yang ingin balapan saat hujan. Tapi bagi penggemar motosport, hujan sedikit akan menjadi lebih atraktif," selorohnya.

Diketahui, atap pada satu bagian tribun di sirkuit Formula E di Kawasan Ancol roboh diterjang angin kencang. Panitia diminta tetap mengantisipasi terjadinya cuaca buruk di hari pertandingan pada Sabtu, 4 Juni nanti.

Prakiraan Cuaca

Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin mengatakan, prakiraan cuaca sejatinya dapat diakses di situs resmi BMKG. Merujuk pada situs tersebut, di hari pertandingan, prakiraan cuaca yaitu cerah berawan dengan kecepatan angin 10 km per jam.

Berdasarkan kecepatan tersebut, Miming mengatakan, kecepatan tersebut merupakan kecepatan angin normal. "Kecepatan 1-10 km/jam anginnya masih dalam kondisi normal," kata Miming, Senin (30/5).

Sementara itu, Vice Managing Director Formula E Jakarta, Gunung Kartiko mengatakan, kondisi robohnya atap tribun tidak cukup parah. "Kalau saya lihat sebenarnya enggak parah," katanya di Jakarta, Minggu (29/5).

Menurut Gunung, besi penyangga tribun sangat kuat. Sejumlah besi penyangga yang ambruk semata dikarenakan faktor alam.

"Memang tadi disampaikan anginnya kencang banget. Semalam juga gitu kan badai semalam itu kaya di Ancol memang cukup kencang angin ininya. Jadi ya itu menurut FEO dan menurut engeener kita, satu hal yang memang wajar terjadi, karena cuaca di luar ini lah (kemampuan) kita," jelasnya.

Dia memastikan, penyangga tribun yang roboh sedang diperbaiki. Setelah rampung, tiang penyangga akan kembali dipasang.

"Lagi diperbaiki. Tadi kan disampaikan dua hari perbaikan kemudian tiga hari pemasangan lagi," katanya.

Robohnya tribun Formula E menyadarkan panitia terhadap kondisi cuaca. Karena itu, ke depan panitia akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi prediksi cuaca. Terlebih menjelang perlombaan pada 4 Juni 2022.

"Mulai sekarang kita akan aware juga terhadap ramalan cuaca BMKG untuk mengetahui nantinya seperti apa. Kita juga komunikasi dengan BMKG seperti apa, memang kita lihat minggu-minggu ini akan ada beberapa hujan ya dan pekerjaan fisik kita sih sudah done semua, sekarang tinggal masalah electrical kemudian finishing yang kecil-kecil lah yang pasang CCTV, pasang teknologi untuk broadcasting," jelasnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel