Chile akan referendum untuk konstitusi baru, merespon protes

Santiago (AFP) - Chile pada Jumat mengumumkan akan mengadakan referendum untuk menggantikan konstitusi peninggalan era kediktatoran negara itu tahun depan - yang merupakan tuntutan utama para pengunjuk rasa setelah hampir sebulan kerusuhan sipil yang terkadang diwarnai kekerasan di negara tersebut.

Konstitusi saat ini, yang berlaku sejak 1980 dan diberlakukan oleh mantan junta militer Augusto Pinochet, telah beberapa kali diubah di tahun-tahun berikutnya sejak itu.

Tapi isinya tidak menetapkan tanggung jawab negara untuk menyediakan pendidikan dan perawatan kesehatan - dua hal yang dituntut oleh jutaan warga Chile yang turun ke jalan untuk unjuk rasa protes.

Para politisi di Kongres Nasional Chile sepakat Jumat pagi untuk mengadakan voting langsung pada April 2020 setelah berjam-jam negosiasi antara koalisi pemerintah dan partai-partai oposisi.

Referendum akan menanyakan para pemilih apakah konstitusi harus diganti dan jika demikian, bagaimana piagam baru harus disusun, kata ketua Senat Jaime Quintana.

Kerusuhan yang dimulai pada 18 Oktober dengan protes terhadap kenaikan tarif metro pada jam sibuk telah meluas ke dalam protes yang lebih luas terhadap status quo, dengan pembakaran, penjarahan dan konfrontasi terjadi tiap hari antara demonstran dan polisi.

Krisis ini adalah yang terbesar di Chile sejak negara itu kembali ke demokrasi pada tahun 1990, menewaskan 20 orang - lima di tangan pasukan negara - dan lebih dari 1.000 orang terluka.

Para pengunjuk rasa memprotes upah rendah, biaya tinggi untuk pendidikan dan perawatan kesehatan serta kesenjangan besar antara yang kaya dan miskin di negara yang secara politik dan ekonomi didominasi oleh segelintir keluarga elit.

Demonstran menuntut reformasi sosial yang lebih besar dari Presiden Sebastian Pinera, yang telah mengumumkan beberapa langkah dalam upaya untuk menenangkan suasana hati publik.

Setelah berminggu-minggu demonstrasi yang terkadang disertai kekerasan, sebagian besar jajak pendapat menunjukkan gerakan protes didukung oleh 75 persen warga Chile

Jumlah yang sedikit lebih besar - 87 persen, menurut hasil lembaga survei Cadem yang diterbitkan bulan ini - mendukung permintaan para pemrotes untuk reformasi konstitusi.

Beberapa hari setelah Pinera menjadi presiden tahun lalu, pemerintahnya mengumumkan tidak akan membiarkan RUU pengubahan konstitusi yang diajukan pendahulu sosialisnya Michelle Bachelet ke kongres.