Chile mengatakan tidak ada harapan ada korban selamat dari pesawat yang hilang

Punta Arenas (AFP) - Chile mengonfirmasikan Kamis (12/12) bahwa sebuah pesawat militer dengan 38 orang di dalamnya jatuh di laut, tanpa harapan menemukan korban selamat.

"Kondisi puing-puing pesawat yang ditemukan membuat praktis tidak mungkin ada yang selamat dari kecelakaan udara ini," kata Kepala Angkatan Udara Arturo Merino dalam konferensi pers di pelabuhan selatan Punta Arenas.

Merino, diapit oleh Menteri Pertahanan Alberto Espina dan pejabat lainnya, mengonfirmasi laporan bahwa sisa-sisa dari laut "kemungkinan besar adalah bagian tubuh dari mereka yang bepergian dengan C-130."

Bagian-bagian dari roda pendaratan pesawat, sistem bahan bakar, sayap dan roda termasuk di antara puing-puing yang ditemukan, bersama dengan dua tas, ransel dan sepatu.

Tim pencarian telah menyisir perairan ujung selatan Amerika Selatan untuk mencari tanda-tanda pesawat pengangkut C-130 Hercules, yang menghilang Senin malam.

Tiga puluh delapan orang -- 21 penumpang dan 17 awak -- berada di dalam pesawat menuju ke pangkalan Eduardo Frei melintasi Drake Passage di daerah Kutub Selatan.

Sebagian besar adalah personil angkatan udara, tetapi juga di atas pesawat itu tiga orang dari tentara angkatan darat, dua dari perusahaan konstruksi swasta dan seorang petugas dari universitas Chile.

Banyak dari mereka bepergian untuk melakukan tugas-tugas dukungan logistik di pangkalan itu, pangkalan terbesar di Chile di daerah Kutub Selatan.

Presiden Sebastian Pinera menyatakan belasungkawa di Twitter dan mengatakan pemerintahnya akan melakukan "segala kemungkinan untuk menemukan jawaban atas tragedi ini."

Para pejabat mengatakan puing-puing itu terletak di daerah 12 mil persegi (30 kilometer persegi) di Drake Passage, di mana sekitar 23 pesawat dan 14 kapal telah memusatkan upaya pencarian.

Pihak berwenang mengatakan mereka berpikiran terbuka -- bersedia mendengarkan atau menerima gagasan atau pendapat yang berbeda -- tentang penyebab kecelakaan itu.

"Ketika 38 rekan senegaranya meninggal, hal yang paling tidak bisa dilakukan adalah menemukan kebenaran," kata Espina.

Pesawat tidak memberikan sinyal darurat sebelum menghilang, mengindikasikan keadaan kecelakaan itu mungkin tiba-tiba.

"Kurangnya sinyal bahaya atau transmisi lokasi darurat di pesawat menunjukkan bahwa suatu peristiwa terjadi selama penerbangan yang berpotensi menimbulkan bencana," kata spesialis industri udara Stephen Wright dari Universitas Tampere Finlandia kepada AFP.

Sejarah pemeliharaan pesawat juga akan berada di bawah pengawasan ketat, karena diproduksi pada tahun 1978, katanya.

Pihak berwenang di Punta Arenas mulai mengambil sampel DNA dari anggota keluarga untuk membantu mengidentifikasi jenazah korban ketika mereka dibawa ke darat.

Pihak berwenang mengatakan puing-puing itu terletak sekitar 16 mil laut (30 kilometer) dari posisi pesawat terakhir yang diketahui ketika menghilang dari layar radar pada sore hari Senin.

Sebuah kapal angkatan laut Brazil juga telah menemukan puing-puing, sekitar 280 mil laut dari pelabuhan Ushuaia, Argentina selatan, kata Presiden Brazil Jair Bolsonaro di Twitter.

Vatikan mengatakan Paus Francis mengikuti situasi ini dengan cermat dan menjaga keluarga orang-orang yang hilang dalam doanya.