Chili Diteror Chupacabra, Puluhan Ternak Mati

Raden Jihad Akbar, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seekor makhluk 'vampir' misterius telah membunuh 50 ternak dengan menghisap darah hewan, sehingga membuat para petani di Chili ketakutan. Mereka menduga ternak-ternak tersebut mati dimangsa oleh Chupacabra.

Hal ini diketahui setelah adanya laporan dari pejabat pemerintah dan dokter hewan di Chili yang mengaku bingung, karena menemukan puluhan bayi ilama dan alpaka dengan kondisi luka tusuk di bagian dada. Luka tersebut sangat berbeda dengan predator biasa seperti puma dan rubah yang biasanya menyerang leher ternak.

Baca juga: Kejagung Ajukan Pencekalan Sejumlah Nama Terkait Dugaan Korupsi Asabri

Para petani setempat menduga makhluk itu hanya menyerang pada malam hari dan tidak meninggalkan jejak kaki, sehingga menyulitkan warga untuk melacak. Beberapa meyakini kematian ternak-ternak mereka karena ulah makhluk mitos Chupacabra, yang konon menyedot darah kambing, sapi dan duka.

"Awalnya ketika hanya dua atau tiga ternak yang dibunuh, kami mengira itu ulah seseorang. Namun ketika lebih banyak yang muncul, sepupu saya memberi tahu mungkin itu makhluk yang disebut chupacabra. Itu membuat saya takut," kata petani setempat, Juan Choque.

Dilansir dari The Sun, Jumat 28 Januari 2021, sekitar 50 bangkai llama dan alpaka telah dilaporkan sejak November lalu di sekitar desa Colchane, dekat perbatasan dengan Bolivia. Walikota Colchane, Javier Gracia, sangat khawatir sehingga menyewa dokter hewan untuk mempelajari bangkai ternak tersebut.

Legenda Chupacabra yang berarti 'pengisap kambing', berasal dari cerita rakyat Amerika Latin. Keberadaan makhluk legenda itu mendapat perhatian, setelah sejumlah domba dan babi mati secara misterius di Puerto Rico pada tahun 1990-an.

Sejak itu penampakan makhluk tersebut telah dilaporkan di beberapa negara bagian Maine AS, dan sebelah selatan Chili. Makhluk itu juga diduga pernah terlihat di Eropa Timur, termasuk Rusia dan Kazakhstan.