China: Ada peluang virus pneumonia baru menyebar antarmanusia

Beijing (AP) - Kemungkinan bahwa virus baru di China tengah dapat menyebar di antara manusia tidak dapat dikesampingkan, meskipun risiko penularan saat ini tampaknya rendah, kata pejabat China, Rabu.

Empat puluh satu orang di Kota Wuhan telah menerima diagnosa awal dari virus baru Korona, keluarga virus yang dapat menyebabkan penyakit flu biasa dan penyakit yang lebih serius. Seorang pria berusia 61 tahun dengan kondisi bawaan yang parah meninggal akibat virus itu pada Sabtu.

Sementara penyelidikan awal menunjukkan bahwa sebagian besar pasien telah bekerja atau mengunjungi pasar grosir makanan laut tertentu, seorang wanita mungkin telah tertular virus itu dari suaminya, kata Komisi Kesehatan Kota Wuhan dalam sebuah pemberitahuan publik.

Komisi itu mengatakan sang suami, yang jatuh sakit lebih dulu, bekerja di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan. Sementara itu, sang istri mengatakan dia tidak memiliki paparan dengan pasar.

Mungkin saja sang suami membawa pulang makanan dari pasar yang kemudian menginfeksi istrinya, kata pejabat kesehatan Hong Kong Chuang Shuk-kwan pada sebuah konferensi pers. Tetapi karena sang istri tidak menunjukkan gejala sampai beberapa hari setelah suaminya, ada kemungkinan dia tertular dari suaminya.

Chuang dan pejabat kesehatan Hong Kong lainnya berbicara kepada wartawan Rabu setelah melakukan perjalanan ke Wuhan, di mana pihak berwenang China daratan memberi pengarahan singkat kepada mereka tentang wabah tersebut.

Ancaman penularan dari manusia ke manusia masih rendah, kata Chuang, karena ratusan orang, termasuk profesional medis, telah melakukan kontak erat dengan orang yang terinfeksi dan belum terinfeksi.

Dia menggemakan penegasan otoritas Wuhan bahwa tidak ada bukti definitif penularan dari manusia ke manusia.

Wabah di Wuhan telah mengangkat momok SARS, atau sindrom pernafasan akut yang parah. SARS adalah jenis virus korona yang pertama kali menyerang China selatan pada akhir 2002. Virus ini kemudian menyebar ke lebih dari dua lusin negara, menewaskan hampir 800 orang.