China Ancam Indonesia, PSBB Jawa Barat Amburadul Hingga Risma Ngeluh

Robbi Yanto

VIVA –  Beragam berita menarik disajikan VIVA.co.id pada Selasa 12 Mei 2020. Berita-berita terkait virus Corona masih menjadi sorotan pembaca. Namun, ada satu berita yang paling banyak menuai sorotan yaitu China mengancam sejumlah pemerintahan negara, termasuk Indonesia melalui perangkat mata-mata Aria-body.

Berikutnya, Seorang Kapolsek Pelepat Kabupaten Bungo, Jambi Suhendri disandera dan ditikam ratusan warga di Dusun Batu Kerbau. Kok bisa? Nanti, kami jelaskan secara rinci dalam tulisan di bawah.

Kemudian, Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat dinilai amburadul. Ada beberapa indikator penyebab hal tersebut, di antaranya, masih banyak warga yang belum memahami ketentuan-ketentuan dalam aturan PSBB.

Selain ketiga berita tersebut, ada juga berita yang tak kalah menarik yaitu pria India yang memiliki harta  US$53 miliar atau sekitar Rp793 triliun dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma mengeluh karena kapasitas rumah sakit yang ada di Surabaya menurutnya 50 persen dipenuhi pasien corona dari luar Surabaya.

Nah, dari ulasan di atas, berikut daftar lengkapnya berita menarik yang paling disorot pembaca, dirangkum dalam Round Up.

1. Mata-mata Aria-body China Ancam Indonesia, BIN Diminta Gerak Cepat

Perangkat mata-mata Aria-body asal China membuat heboh karena menargetkan sejumlah pemerintahan negara, termasuk Indonesia. Pakar keamanan siber dari CISSRec, Pratama Prasadha, meminta pemerintah, melalui Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), bersiap untuk bergerak cepat.

Ia menjelaskan jika Aria-body merupakan malware yang disusupkan lewat file semacam Word yang tidak akan dicurigai target. Dengan cara tersebut hacker atau peretas bisa masuk dan dapat mengendalikan perangkat korban.

Menurut Pratama, Aria-body dilengkapi juga dengan fitur keylogger jadi kegiatan korban akan terpantau termasuk saat memasukkan username dan password. Mau tahu informasi lengkapnya? Baca di sini.

2. Ngeri, Kapolsek Disandera Ratusan Warga dan Ditikam

Seorang Kapolsek Pelepat Kabupaten Bungo, Jambi, Suhendri disandera dan ditikam ratusan warga di Dusun Batu Kerbau. Selain itu enam anggota polisi lainnya juga ikut dikeroyok.

Informasi yang dihimpun, penyanderaan Kapolsek juga ikut bersama 7 anggota Buser lainnya yang saat itu sedang menangkap dua orang pelaku peti mas, namun saat keluar dari Desa Baru dan Desa Batu Kerbau, langsung dihadang masyarakat di tengah jalan dengan tujuan meminta kembalikan warga desa yang ditangkap polisi.

Kapolres Bungo Tri Saksono membenarkan ada ditangkap warga yang diduga pelaku peti yang saat ini sedang di proses di Polres Sarolangun. Akibat tindakan itu, Suhendri dirawat intensif dirumah sakit Bungo. Untuk mengetahui lebih lanjut klik di tautan ini ya.


3. Bukti PSBB di Jawa Barat Amburadul, Bagaimana Mau Lawan Corona??

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat dinilai belum berjalan efektif dalam menekan angka penyebaran virus Corona COVID-19.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono usai melakukan kajian sejak ditetapkannya aturan tersebut. 

Imam mengatakan, setidaknya ada beberapa indikator penyebab hal tersebut, di antaranya, masih banyak warga yang belum memahami ketentuan-ketentuan dalam aturan PSBB. Selengkapnya klik di sini.

4. Punya Harta Rp793 Triliun, Pria Ini Beli Mobil Bekas

Mukesh Ambani bukan orang sembarangan di India. Pria berusia 63 tahun itu adalah pendiri dari Reliance Industries, perusahaan yang bergerak dalam bidang tekstil, telekomunikasi dan masih banyak lagi.

Berkat kerja kerasnya, Ambani kerap masuk dalam daftar orang terkaya versi Forbes. Bahkan, bulan lalu ia dinobatkan sebagai pengusaha terkaya di Asia, karena memiliki harta US$53 miliar atau sekitar Rp793 triliun. Namun, ada yang unik dari hobi si kaya raya ini. Untuk mengetahuinya baca selengkapnya di sini

5. Risma Ngeluh, 50 Persen Pasien Corona di RS Surabaya bukan Warganya

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma kembali mengutarakan keluhan terkait penanganan virus Corona atau COVID-19. Kali ini terkait kapasitas rumah sakit yang ada di Surabaya yang menurutnya 50 persen dipenuhi pasien corona dari luar Surabaya. 

"Terdeteksi di Rumah Sakit Soewandhie dan Rumah Sakit BDH, pasien COVID-19 dari luar Surabaya datang langsung ke UGD," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 11 Mei 2020. 

Ia membayangkan andaikata pasien Corona kategori orang tanpa gejala (OTG) berobat ke RS di Surabaya dan singgah di beberapa tempat, seperti di warung. Baca selengkapnya di tautan ini ya.