China Bangun Smelter Nikel di Bantaeng, Sulsel

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

INILAH.COM, Jakarta - Perusahaan patungan Indonesia-China, PT Arga Morini Indah, segera membangun industri pengolahan bahan tambang (smelter) nikel di kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan rilis dari humas Pemda Bantaeng yang diterima INILAH.COM menyebutkan, sebagai wujud dari keinginan untuk membangun industri itu, bos PT Arga Morini Indah Amir bersama General Manager Waleed serta GM PT Meta Indonesia William Chu dan Chairman Taizhou Huadi Industrial Co.Ltd Wang Jueqin meninjau lokasi yang terletak di Kawasan Industri Bantaeng, Senin (23/7/2012).

Juru bicara PT Arga Morini Indah, Ny Lili mengatakan, industri pengolahan tambang nikel ini akan mengolah tambang nikel dan batubara dari kabaena Provinsi Sulawesi Tenggara. Tambang nikel dan batubara tersebut akan didatangkan melalui laut. Karena itulah, perusahaan juga akan membangun pelabuhan khusus untuk memudahkan distribusi tambang ke industri pengolahan.

Menurut Ny Lili, bahan baku tambang yang akan diolah itu berjumlah 700 hingga 900 metrik ton dan akan menghasilkan nikel sebanyak 50 ribu ton nikel.

Sisa tambang dalam bentuk tanah dan semen bisa dibuat batako. Karena itulah, dibutuhkan tenaga kerja minimal 300 orang.

Ia berharap komunikasi intens kedua belah pihak untuk mewujudkan proyek yang membutuhkan tenaga listrik sekitar 20 MW hingga 100 MW agar tidak terjadi kesenjangan dalam membangun infrastruktur.

Sekretaris Kabupaten HM Yasin pada kesempatan itu menyambut baik keinginan investasi dari Huadi Group di Bantaeng. Pemda, kata Yasin siap membantu memuluskan rencana tersebut. Terkait dengan perizinan, Pemda akan memberi kemudahan. [rus]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...