China Beli Pfizer-BioNtech, PD: Kita Salah Beli Vaksin atau Gimana Ini

Hardani Triyoga, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVAChina berencana membeli vaksin dari perusahaan Jerman, BioNTech, yang dikembangkan bersama perusahaan AS, Pfizer. Padahal, China sudah mengembangkan vaksin buatan sendiri, Sinovac, yang juga dibeli pemerintah Indonesia.

Terkait itu, Wakil Sekretaris DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, ikut menyoroti langkah China. Ia khawatir karena Indonesia sudah membeli vaksin Sinovac dari China.

Menurut Jansen, hal ini jadi pertanyaan jika China membeli vaksin dari luar. Maka itu, tim ahli di Indonesia sebaiknya bisa meneliti vaksin yang dibeli Indonesia dari China.

"Aduh.. Kita salah beli vaksin atau gimana ini ya? Tolong dulu ahli-ahli vaksin bicaralah. Masak diantara penduduk ratusan juta gini tak ada yg ahli soal ini?" tulis Jansen di akun Twitternya, @jansen-jsp yang dikutip pada Jumat, 18 Desember 2020.

Jansen cemas jika nanti Presiden China justru divaksin Pfizer-BioNtech bukan Sinovac. Tapi, penduduk Indonesia yang nanti akan disuntik vaksin Sinovac buatan China.

"Takutku pak Xi Jinping disuntik Pfizer lagi bukan Sinovac produk anak bangsanya sendiri. Masak jadi kita yang disuntik Sinovac," tambah Jansen.

Menurut Jansen, pemerintah harus menjelaskan keampuhan vaksin Sinovac yang telah dibeli. Rakyat perlu mengetahui vaksin yang dibeli dari China karena menggunakan APBN yang merupakan uang rakyat.

"Hak publik mengetahuinya karena belinya pakai uang rakyat. Jangan sampai sia-sia, disuntikkan ke tubuh rakyat ternyata tak ampuh tangkal corona. Tetap saling menulari. Tujuan herd imunity jadi tidak tercapai," ujar Jansen

Namun, Jansen memahami di tengah Pandemi seperti saat ini, sulit untuk mencari vaksin mengingat semua negara tengah membutuhkannya. Tapi, ia mengingatkan Pemerintah harusnya memberikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia.

"Marilah kita cari yang terbaik untuk kebutuhan rakyat kita dimana kita semua juga ada didalamnya. Jangan sampai kita pakai vaksin yang tingkat kemanjurannya kurang," ujar Jansen.

Dikutip dari South China Morning Post, China sudah memesan 100 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech untuk 2021.
Hal ini disampaikan perusahaan farmasi China, Shanghai Fosun Pharmaceutical Group terkait pembelian 100 juta dosis vaksin Pfizer BioNTech.

Sebelumnya, 1,2 juta dosis vaksin Sinovac buatan China sudah datang di Indonesia pada Minggu, 6 Desember 2020. Vaksin Sinovac juga sedang dalam fase uji klinis di Bandung, Jawa Barat. (ase)