China belum akan izinkan penerbangan Boeing 737 MAX

·Bacaan 1 menit

Beijing (AFP) - Badan penerbangan China belum akan mengizinkan pesawat Boeing 737 MAX yang bermasalah untuk beroperasi di pasar terbesar perusahaan tersebut karena masalah keamanan yang masih tersisa, meski AS mencabut larangan penerbangan komersial.

Pesawat Boeing paling laris tersebut dikandangkan di seluruh dunia awal tahun lalu menyusul dua kecelakaan, yang menewaskan 346 penumpang.

Sejak itu, pihaknya menghadapi tes dan proses persetujuan yang lama dengan regulator penerbangan di seluruh dunia.

Namun Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) pada Jumat mengatakan bahwa "tidak ada jadwal pasti" untuk melanjutkan penerbangan, menurut lembaga penyiar CCTV. Hal tersebut tentunya memberikan pukulan kepada raksasa produsen pesawat tersebut.

China menjadi negara pertama yang menangguhkan penerbangan pesawat Boeing tersebut.

Regulator menambahkan bahwa hasil investigasi kecelakaan maut di Indonesia dan Ethiopia "musti dijelaskan" dan bahwa perbaikan desain pesawat harus "efektif" dan "mendapat persetujuan".

Badan Penerbangan Federal AS (FAA) pada Rabu menyetujui operasi penerbangan komersial pesawat tersebut.

Kecelakaan nahas tersebut diyakini terkait dengan kesalahan sistem anti-stall yang disebut MCAS, menurut hasil penyelidikan.

Feng Zhenglin, direktur CAAC, pada Oktober mengatakan bahwa China tepat menghentikan pesawat tersebut berdasarkan "toleransi nol" terhadap potensi bahaya keselamatan.

Boeing pekan lalu mengatakan pihaknya berharap China akan membeli lebih dari 8.600 pesawat baru senilai 1,4 triliun dolar AS dalam dua dekade mendatang, meningkatkan perkiraannya lantaran perjalanan domestik di China telah bangkit seperti sediakala sebelum pandemi.