China Berkomitmen Bantu Suplai Vaksin COVID-19 ke Indonesia

·Bacaan 2 menit

VIVA – Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia, Xiao Qian, mengklaim setelah pandemi COVID-19 terjadi, China dan Indonesia saling membantu melawan pandemi, hubungan bilateral justru berkembang dan mendapat capaian penting yang baru. Kerja sama vaksin Tiongkok-Indonesia pun berjalan lebih cepat dibandingkan negara lain di kawasan.

Kedua negara secara aktif mendorong uji klinis, pembelian komersial, kerja sama produksi dan transfer teknologi vaksin, bersama melawan nasionalisme vaksin dan “celah vaksin”.

“Meskipun saat ini suplai vaksin di Tiongkok sendiri sudah cukup ketat, Tiongkok masih memecah kesulitan yang dihadapi, dan mewujudkan komitmennya memastikan suplai vaksin ke Indonesia,” katanya dalam keterangan pers, Kamis 15 Juli 2021.

Dia menjelaskan SinoVac dan SinoPharm Tiongkok telah mengekspor 16 batch dengan jumlah 6,4 juta vaksin siap dipakai serta 115,5 juta vaksin setengah jadi ke Indonesia, demi membantu vaksinasi nasional Indonesia. Produsen vaksin asal China, Cansino, juga sedang mendiskusikan pembelian vaksin dengan mitranya di Indonesia.

Anhui Zhifei Longcom juga telah memulai uji klinis fase tiga yang baru di Indonesia. Sampai saat ini sudah ada 4000 lebih sukarelawan berpartisipasi.

“Beberapa waktu ini pandemi COVID-19 di Indonesia kembali parah, pihak Tiongkok sangat memperhatikan hal ini. Kami yakin bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, rakyat Indonesia pasti akan menang melawan pandemi dan kembali ke jalan perkembangannya,” ucapnya.

Pihak Tiongkok akan terus memberikan dukungan dan bantuan, memberikan bantuan alat, serta barang medikal guna penanganan pandemi kepada Indonesia, dan memperdalam kerja sama dalam seluruh rantai industri vaksin termasuk penelitian, pembelian, produksi, distribusi dan lain-lain.

Xiao Qian mengatakan Tiongkok akan membantu Indonesia membangun pusat produksi vaksin di kawasan, sehingga memberikan kontribusi yang lebih besar dalam penanganan pandemi Indonesia.

Tiongkok mitra perdagangan terbesar kedua

Kerja sama ekonomi dan perdagangan Tiongkok Indonesia justru berkembang meskipun di masa pandemi. Tiongkok terus menjadi mitra perdagangan terbesar dan negara asal investasi terbesar kedua Indonesia. Januari sampai dengan Mei tahun ini, volume perdagangan kedua negara mencapai US$43,63 miliar, meningkat 48,9 persen dibanding dengan waktu sama tahun lalu.

Xiao Qian mengungkapkan, impor Tiongkok dari Indonesia mencapai US$21,43 miliar, meningkat 52,5% dibanding dengan waktu sama tahun lalu. Pada triwulan pertama tahun ini, investasi langsung dari Tiongkok ke Indonesia mencapai US$1,04 miliar, melampaui volume setengah tahun tahun lalu.

“Proyek ikonik penyelarasan strategi perkembangan kedua negara misalnya Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Koridor Ekonomi Komprehensif Regional berjalan secara halus, Two Countries Twin Parks mulai dilaksanakan, kerja sama di bidang ecommerce, ekonomi digital, mobil listrik, energi baru berjalan dengan cepat,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel