China Bikin Rudal Hipersonik Biar Amerika Tak Berani Macam-macam

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) diyakini akan segera melancarkan serangan masif ke wilayah Republik China (Taiwan), dalam waktu dekat. Militer China dikabarkan sudah menyiapkan sejumlah armada tempurnya untuk menggempur pasukan Angkatan Bersenjata Taiwan (ROC Armed Forces).

Dalam berita VIVA Militer, Senin 19 Oktober 2020, Tentara Pembebasan Rakyat China dikabarkan telah menyiagakan rudal hipersonik Dongfeng DF-17 di wilayah pantai tenggara Taiwan. Rudal ini disebut akan dipakai untuk menyerang dua pangkalan militer Taiwan di Taitung dan Hualien yang terletak di pantai timur.

Tak hanya rudal DF-17, Angkatan Udara China (PLAAF) juga mengerahkan sejumlah unit jet tempur siluman Chengdu J-20 dan pasukan Korps Marinir Tentara Pembebasan Rakyat China.

Seorang sumber yang merupakan pakar militer yang berbasis di Beijing, membenarkan jika rudal DF-17 memang telah disiagakan. Akan tetapi, tujuannya bukanlah digunakan untuk melancarkan serangan ke Taiwan. Rudal DF-17 akan diluncurkan jika ada intervensi dari pihak asing, dalam hal ini Amerika Serikat (AS).

VIVA Militer: Rudal hipersonik Dongfeng DF-17 Tentara Pembebasan Rakyat China
VIVA Militer: Rudal hipersonik Dongfeng DF-17 Tentara Pembebasan Rakyat China

Pasalnya, AS yang merupakan sekutu Taiwan kerap menentang ambisi China untuk mencaplok negara tersebut kembali ke dalam wilayahnya. Di sisi lain, pakar militer asal Beijing yang tak disebutkan namanya ini menyebut jika Taiwan sudah berada dalam jangkauan peluncur roket dan rudal jarak pendek lainnya. Sehingga, tidak perlu menggunakan DF-17.

"Target militer di Taiwan sepenuhnya berada dalam jangkauan peluncur roket PLA, dan rudal yang diluncurkan dari udara yang dibawa oleh pesawat militer. Jadi, menggunakan rudal canggih (DF-17) untuk menyerang Taiwan akan sia-sia," ujar pakar militer Beijing yang tak disebutkan namanya dikutip VIVA Militer dari Global Times.

"Jika PLA menyebarkan rudal seperti DF-17 itu akan menjadi senjata untuk menyerang pangkalan atau armada militer pasukan asing di kawasan Pasifik Barat, jika pasukan asing itu berani ikut campur dalam operasi PLA untuk menyatukan kembali pulau itu," katanya.

Sejumlah laporan yang menyebut jika China akan menembakkan rudal hipersonik DF-17 ditegaskan hanyalah spekulasi. Akan tetapi, ia meyakini pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China sudah dalam posisi siap tempur dan akan mampu memenangkan perang dengan Taiwan.

Baca juga: Bukti Amerika Paranoid Spionase Militer China