China Blokir Sejumlah Akun Weibo Terkait Kripto

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah akun terkait uang kripto di platform microblogging China, Weibo telah diblokir selama akhir pekan. Hal itu menyusul kebijakan otoritas Beijing, China yang akan menindaklanjuti perdagangan dan penambangan bitcoin.

Dilansir dari Channelnewsasia.com, Senin (7/6/2021), analis dan regulator keuangan mengharapkan lebih banyak tindakan yang bisa diambil sebagai langkah tegas menyikapi penambangan kripto di China. Termasuk menghubungkan aktivitas kripto ilegal di China secara lebih langsung dengan hukum pidana negara itu.

Selama akhir pekan, akses ke beberapa akun Weibo terkait kriptp ditolak dengan pesan setiap akun dinyatakan telah 'melanggar hukum dan aturan'.

"Pemerintah memperjelas bahwa tidak ada Elon Musk versi China yang dapat eksis di pasar kripto China,” kata ajun profesor Sekolah Hukum NYU Winston Ma.

Ma, penulis buku "The Digital War", juga mengharapkan pengadilan tertinggi China untuk segera menerbitkan interpretasi yudisial yang dapat menghubungkan penambangan kripto dan bisnis perdagangan dengan badan hukum pidana China.

Adapun pembekuan atau suspensi Weibo terjadi ketika media China melaporkan peningkatan terhadap perdagangan kripto.

Kantor Berita Xinhua resmi telah menerbitkan artikel yang mengungkap serangkaian penipuan terkait kripto. Saluran China Central Television (CCTV) mengatakan uang kripto adalah aset yang diatur dengan ringan yang sering digunakan dalam perdagangan pasar gelap, pencucian uang, penyelundupan senjata, perjudian, dan transaksi narkoba.

Tindakan keras yang ditingkatkan juga terjadi ketika bank sentral China mempercepat pengujian mata uang digitalnya sendiri.

Penipuan Kripto Melonjak 1.000 Persen dalam Setahun

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sebelumnya, Senator Amerika Serikat (AS), Rick Scott mendesak Menteri Keuangan AS Janet Yellen untuk mengambil tindakan terhadap penipuan cryptocurrency atau uang kripto, yang kabarnya meningkat hingga 1.000 persen dalam setahun terakhir.

Seperti dilansir Bitcoin.com, Senin, 31 Mei 2021, hal ini tentu saja merugikan konsumen hingga USD 80 juta atau sekitar Rp 1,14 triliun (asumsi kurs Rp 14.294 per dolar AS).

"Ini adalah industri yang tidak diatur, dan jumlah aktivitas kriminal yang mengkhawatirkan seputar uang kripto, sehingga menuntut tindakan," kata Scott.

Resmi menulis surat kepada Jenet Yellen pada Kamis lalu, Senator Rick Scott menegaskan bila pihaknya memiliki kekhawatiran tentang meningkatnya jumlah penipuan yang melibatkan uang kripto.

"Saya menulis hari ini dengan keprihatinan tentang risiko yang diambil oleh investor biasa dan potensi penipuan yang signifikan terkait dengan cryptocurrency," ujarnya.

Tak hanya itu, Ia juga menyebut, nilai uang kripto telah mengalami penurunan drastis selama beberapa minggu terakhir, namun, laporan penipuan justru meroket.

Data penipuan diungkapkan Senator Scott dari penelitian yang dilakukan Federal Trade Commission (FTC). Dalam laporannya, FTC menyatakan, penipuan cryptocurrency telah meningkat 1.000 persen dalam setahun terakhir. Sehingga, kerugian konsumen kripto lebih dari USD 80 juta, dengan jumlah rata-rata penipuan sebesar USD 1.900.

Mata uang kripto merupakan salah satu industri yang tidak diatur. Tak hanya itu, jumlah aktivitas kriminal dalam industri ini juga sangat mengkhawatirkan.

Dalam suratnya, Scott juga bertanya, bagaimana rencana administrasi untuk melindungi konsumen dan investor yang sah dari penipuan uang kripto yang meluas. Ia juga bertanya, bagaimana Departemen Keuangan akan mengidentifikasi, menghentikan dan mencegah penipuan dalam penjualan uang kripto di pasar keuangan Amerika Serikat (AS).

Ia juga bertanya tentang rencana pemerintah untuk merencanakan dan mengatasi ketidakpastian hukum atau peraturan yang mungkin menyebabkan lingkungan bergolak karena pengembangan dan penjualan uang kripto.

Selain itu, Ia juga mempertanyakan bagaimana pemerintah melindungi pasar uang kripto dari campur tangan asing, termasuk China dan Rusia.

Yellen telah menyuarakan keprihatinan pada penggunaan uang kripto dalam transaksi ilegal. Dia sebelumnya mengatakan, uang kripto banyak digunakan untuk pembiayaan ilegal dan berjanji untuk bekerja dengan regulator federal sehingga tercipta kerangka kerja regulasi yang efektif.

Pada Februari, Yellen juga menyebut, penyalahgunaan uang kripto sebagai masalah yang berkembang dan menekankan pentingnya regulasi kripto untuk memastikan bitcoin tidak digunakan dalam transaksi ilegal.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel