China catat pertumbuhan perdagangan kuat dengan negara-negara BRICS

Perdagangan antara China dengan negara-negara BRICS lainnya mencatatkan kenaikan 12,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) untuk mencapai 1,31 triliun yuan (1 yuan = Rp2.211) dalam lima bulan pertama tahun ini, tunjuk data bea cukai pada Selasa (21/6).

Kenaikan tersebut 3,8 poin persentase lebih cepat dari pertumbuhan perdagangan luar negeri China secara keseluruhan pada periode yang sama, menurut Administrasi Umum Kepabeanan (General Administration of Customs/GAC) China.

BRICS adalah akronim untuk kelompok emerging market yang meliputi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Dari Januari hingga Mei 2022, ekspor China ke empat anggota BRICS lainnya naik 18,1 persen (yoy), sementara impor dari mereka naik 6,6 persen, tunjuk data GAC.

Produk mekanik dan elektronik, serta barang padat karya, menyumbang 69,7 persen dari ekspor China ke negara-negara BRICS lainnya dalam hal nilai selama lima bulan tersebut, sementara 76,3 persen impor China dari mereka adalah produk energi dan pertanian, serta bijih logam.

Perdagangan antara China dan negara-negara BRICS lainnya sangat saling melengkapi dan diperkirakan dapat mempertahankan pertumbuhannya seiring kerja sama ekonomi dan perdagangan di antara negara-negara BRICS menunjukkan kemajuan yang solid.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel