China dan Rusia Janjikan Tatanan Dunia yang Lebih Adil

Merdeka.com - Merdeka.com - China dan Rusia bersedia untuk kerja sama membentuk tatanan dunia yang lebih adil dan rasional. Keinginan ini disuarakan China dan Rusia untuk mengimbangi dominasi Amerika Serikat (AS) yang semakin luas.

"Di bawah arahan strategis Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin, hubungan kedua negara selalu bergerak maju di jalur yang benar," ungkap Yang Jiechi, kepala urusan luar negeri Partai Komunis China kepada duta besar Rusia untuk China, Andrey Denisov pada Senin lalu, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (13/9).

Yang juga mengatakan, "China bersedia bekerja sama dengan Rusia untuk terus menerapkan semangat kerja sama strategis tingkat tinggi antara kedua negara, menjaga kepentingan bersama kedua belah pihak, dan mempromosikan pengembangan tatanan internasional ke arah yang lebih adil dan rasional."

Denisov menganggap ini adalah buah dari hubungan bilateral baik Rusia dan China.

Sebelumnya, Li Zhanshu orang nomor tiga di China bertemu dengan Putin pekan lalu pada Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Rusia. Kunjungan Li kembali menunjukkan hubungan dekat dan kepercayaan antara Moskow dan Beijing.

Hubungan mesra Rusia – China akan semakin dekat dengan konferensi pekan ini di Uzbekistan yang akan dihadiri Putin dan Xi.

Sebelumnya, sejak dijatuhi berbagai sanksi karena invasi ke Ukraina, Rusia mulai beralih ke negara-negara Asia.

Hingga kini, China belum mengutuk tindakan Rusia atas invasinya pada Ukraina. Keputusan untuk tidak mengutuk meningkatkan ketegangan hubungan antara China dan negara-negara Barat.

Namun, China sendiri enggan ikut campur dalam konflik ini.

Bagi China, negara-negara Barat turut berperan dalam konflik ini dengan menjatuhkan sanksi pada Rusia dan memberikan senjata ke Ukraina.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]