China Desak Israel Hentikan Kekerasan terhadap Palestina

Merdeka.com - Merdeka.com - China meminta Israel menghentikan "hasutan" terhadap Palestina untuk mencegah eskalasi lebih jauh.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri China, Qin Gang saat menggelar konferensi pers dengan timpalannya dari Mesir, Sameh Shoukry di Kairo pada Minggu (15/1), menurut laporan situs berita Al-Mayadeen.

Dalam kesempatan itu, Qin juga mendesak komunitas internasional mengikuti perkembangan solusi dua negara, berupaya memperluas bantuan kemanusiaan, dan mencari solusi yang adil dan mendesak atas konflik tersebut.

Dikutip dari laman The Cradle, Rabu (18/1), Qin Gang menyatakan pentingnya mempertahankan statusq quo di Yerusalem, menyinggung soal kunjungan provokatif Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir ke kompleks Al-Aqsa.

Qin juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait ketegangan di Yerusalem setelah 292 pemukim Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dan dijaga polisi Israel akhir pekan lalu.

Para pemukim Yahudi itu menyerbut Al-Aqsa melalui Gerbang Al-Maghariba dan melakukan upacara Talmudic di dalam Sanctuary Yards di komplek Al-Aqsa.

Menurut Islamic Waqf, jemAaah Palestina dan penjaga Masjid Al-Aqsa merasa gelisah dengan kehadiran polisi dan pemukim Israel di situs suci umat Islam tersebut.

Sejak awal 2023, tentara penjajah Israel telah membunuh 13 warga Palestina dalam dua pekan terakhir dalam penggerebekan dan konfrontasi di Tepi Barat yang diduduki.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, pasukan Israel membunuh sedikitnya 170 orang Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur tahun lalu, termasuk lebih dari 30 anak-anak. Sedikitnya 9.000 orang terluka karena kekerasan pasukan Israel, menjadikan 2022 sebagai tahun paling mematikan bagi warga Palestina sejak 2005, menurut laporan PBB. [pan]