China Disakiti BWF, Praveen/Melati Makin Mengancam di Rangking Dunia

Ridho Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Federasi Bulutangkis India (BAI) secara resmi menunda penyelenggaraan turnamen India Open 2021 yang sejatinya dihelat pada 11-16 Mei mendatang. Keputusan ini diambil lantaran adanya lonjakan kasus penderita COVID-19 di kawasan New Delhi.

BAI mengambil keputusan ini setelah berkonsultasi dengan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan otoritas kesehatan setempat. Belum ada pengumuman baru kapan turnamen ini akan dihelat.

"Semua upaya dilakukan oleh penyelenggara untuk menyiapkan lingkungan turnamen yang aman bagi semua peserta. Tetapi lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini dan gawatnya situasi di Delhi membuat BAI tidak punya pilihan selain menunda turnamen," demikian pernyataan resmi BWF dilansir VIVA Bulutangkis.

Sementara itu, ada keprihatinan mendalam dari bulutangkis China. Nasib mereka tak jelas sejak COVID-19 mengganas tahun lalu.

BWF tampaknya tak bisa bertanggung jawab. Hanya bisa memberikan janji palsu dan tak kunjung ditepati.

VIVA Bulutangkis mencatat, China sudah setahun lebih tak berlaga. Terakhir tampil di All England Open (11-15 Maret) 2020.

BWF sempat mengeluarkan pengumuman beberapa waktu lalu berjudul "Implikasi Coronavirus untuk Kompetisi Internasional". Mereka berjanji akan memperjuangkan China bisa berlaga.

Selain itu, BWF juga merilis update rangking dunia terbaru. Tidak ada kejelasan nasib China, membuat Indonesia makin mengancam.

Dari data yang diupdate BWF pekan 16 per 20 April 2021, ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti kini menempati posisi empat dunia dan mengintai China. Mereka mengantongi 85,900 poin.

Sementara itu, wakil China Wang Yilyu/Huang Dongping berada di urutan ketiga. Mereka mengantongi 99,312 poin.