China gelar investigasi anti-monopoli terhadap Alibaba

·Bacaan 2 menit

Beijing (AFP) - China melancarkan penyelidikan anti-monopoli terhadap Alibaba, kata badan regulasi pada Kamis, sehingga memperbesar tekanan terhadap raksasa e-commerce itu dan membuat harga sahamnya jatuh.

Badan regulasi China juga akan mengadakan pembicaraan "pengawasan dan bimbingan" dengan anak perusahaan raksasa jasa keuangan Alibaba, Ant Group, lapor media pemerintah. Ini terjadi hanya beberapa pekan setelah pemecahan rekor IPO perusahaan ini dihentikan pada menit terakhir oleh Beijing.

Langkah ini menunjukkan tekanan negara yang kian besar terhadap salah satu perusahaan paling berpengaruh di negara itu yang keberhasilannya telah merevolusi lanskap e-commerce dan menjadikan pendirinya Jack Ma sebagai orang terkaya di China.

Para penyidik tengah menyelidiki Alibaba atas "dugaan praktik monopoli", kata Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar dalam satu pernyataan.

Saham Alibaba anjlok 5,48 persen karena kabar ini tak lama setelah Bursa Efek Hong Kong dibuka Kamis pagi.

Anak perusahaannya yang bergerak dalam bidang jasa keuangan, Ant Group, mengatakan dalam satu pernyataan bahwa mereka akan "mempelajari baik-baik dan sangat mematuhi permintaan-permintaan departemen regulasi".

Ant Group mengukir namanya melalui produk utamanya Alipay yang merupakan platform pembayaran online dan aplikasi super yang kini tertanam kuat dalam perekonomian China.

Tetapi perusahaan ini juga telah berekspansi menawarkan pinjaman, kredit, investasi dan asuransi kepada ratusan juta konsumen dan usaha kecil sehingga memicu ketakutan dan kecemburuan dari sistem perbankan yang lebih luas yang lebih gigih berusaha mendapatkan mendukung kebijakan negara dan korporasi-korporasi besar.

Setelah permintaan global untuk pencatatan ganda Hong Kong-Shanghai mendorong IPO Alibaba menuju valuasi yang menciptakan rekor yang berpotensi memberikan pendanaan, legitimasi dan pengaruh yang lebih banyak kepada Ma dan Ant Group, badan regulasi China pun bertindak.

Ma yang blak-blakan dan karismatik sebelumnya mengecam sistem keuangan China yang sudah ketinggalan zaman dengan menyebut bank-bank milik negara sebagai "pegadaian" dalam pidato Oktober yang membuatnya dipanggil untuk membicarakan masalah regulasi tak lama sebelum IPO Ant dihentikan sementara.

Tahun ini, Beijing juga telah menerapkan peraturan baru guna membendung potensi risiko dalam industri peminjaman online China yang tengah berkembang setelah cabang-cabang fintech dari perusahaan-perusahaan internet termasuk Alibaba dan Tencent memperluas dan mengkonsolidasikan kekuatannya atas pasar.

Media pemerintah berulang kali menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan-perusahaan ini dengan memperingatkan potensi ketidakstabilan keuangan sebagai akibat dari pertumbuhan cepat mereka yang belum tersentuh aturan.

"Ini adalah langkah penting bagi negara kita demi memperkuat pengawasan anti-monopoli dalam sektor internet, yang kondusif untuk ... mempromosikan pengembangan platform ekonomi jangka panjang dan sehat," kata komentar People's Daily, Kamis.

Utang bermasalah dalam sistem keuangan China yang kacau adalah risiko abadi, dan badan regulasi tiga tahun lalu mengambil tindakan keras terhadap kecanduan kredit yang meluas secara nasional karena khawatir menimbulkan krisis keuangan.