China Hibahkan Stadion Senilai Rp 2,1 Triliun ke Kamboja

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - China menyerahkan sebuah stadion senilai USD 150 juta atau Rp 2,1 triliun di Phnom Penh ke Kamboja. Para pejabat setempat menyebut stadium itu merupakan hasil dari hibah infrastruktur terbesar China untuk Kamboja, kata Menteri Pariwisata Kamboja, Thong Khon.

Dikutip dari AFP, Senin (13/9/2021) stadium berkapasitas 60.000 orang itu adalah proyek terbaru di bawah inisiatif Belt and Road China - sebuah rencana untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur dan meningkatkan pengaruh negara tersebut di luar negeri.

Acara penyerahan arena stadium itu pun dihadiri oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga sedang melakukan kunjungannya ke Kamboja.

Stadium tersebut rencananya bakal digunakan sebagai venue utama saat Kamboja menjadi tuan rumah Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA) Games 2023.

Terletak di ibu kota Kamboja, Stadium Nasional Morodok Techo menyerupai kapal layar, melambangkan persahabatan lama China-Kamboja - saat orang-orang China biasa melakukan perjalanan ke Kamboja dengan perahu, kata para pejabat.

Stadium itu pun dikelilingi oleh parit yang menggambarkan air yang mengelilingi kompleks candi Angkor Wat.

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dalam beberapa tahun terakhir menghadapi kritik atas ketergantungannya pada China.

Tetapi dia menyatakan bahwa negara tersebut merupakan "teman yang dipercaya dan dihormati" Kamboja.

"Apakah saya membuat kesalahan dalam menghubungi teman kita China ketika kita telah mencapai hasil seperti itu?" ujarnya, mengacu pada stadium tersebut.

"Ini adalah tonggak baru lainnya dalam persahabatan erat antara Kamboja dan China," tambahnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

China Janji Terus Dukung Perluasan Infrastruktur Kamboja

Sama seperti di Jakarta, jalanan kota Phnom Penh, Kamboja, juga dipenuhi kemacetan. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)
Sama seperti di Jakarta, jalanan kota Phnom Penh, Kamboja, juga dipenuhi kemacetan. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Selama kunjungan Menlu Wang Yi, Kamboja dan China juga menandatangani beberapa kesepakatan baru di mana China menjanjikan bantuan total USD 250 juta untuk proyek-proyek pembangunan negara itu, kata PM Hun Sen.

Wang Yi kemudian berjanji untuk terus mendukung perluasan infrastruktur di Kamboja.

Dia menambahkan bahwa China tidak pernah menetapkan "kondisi politik" dalam kerjasamanya dengan Kamboja.

Diketahui, Kamboja telah lama menjadi sekutu setia China, menerima dana miliaran dolar dalam bentuk pinjaman lunak dan investasi.

China juga telah memasok Phnom Penh dengan hampir 28 juta dosis vaksin COVID-19, termasuk sumbangan 4,3 juta vaksin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel