China Jadi Negara Pertama Vaksinasi Covid-19 Lewat Hidung, Tanpa Jarum Suntik

Merdeka.com - Merdeka.com - China menjadi negara pertama di dunia yang mengizinkan vaksin Covid-19 melalui hidung. Vaksin tanpa jarum itu berhasil dikembangkan oleh CanSino Biologics, perusahaan vaksin asal Tianjin, China.

Dikutip dari The Strait Times, Senin (5/9), vaksin yang bernama CanSino Ad5-nCoV itu telah mendapat persetujuan untuk digunakan sebagai vaksin booster darurat dari Administrasi Produk Medis Nasional China.

Menurut CanSino, vaksin versi inhalasi (hirup) ini dapat merangsang kekebalan seluler dan menginduksi kekebalan mukosa untuk meningkatkan perlindungan tanpa injeksi intramuskular. Vaksin yang bebas jarum ini dapat digunakan sendiri dengan mudah, bahkan dianggap mampu untuk menarik orang-orang yang ragu untuk divaksin melalui jarum suntik.

Kelebihan lain dari vaksin hirup adalah kemampuannya untuk menstimulasi antibodi di hidung dan saluran pernafasan untuk bertahan melawan virus Covid-19.

Pengembangan yang dilakukan CanSino turut membawa harapan baru bagi dunia untuk melawan Covid-19. Sebab, vaksin satu kali suntik (versi suntik) CanSino ditemukan 66 persen efektif dalam mencegah gejala Covid-19 dan 91 persen efektif melawan penyakit parah.

Sebelumnya, vaksin yang menggunakan virus penyebab flu yang dimodifikasi untuk mengekspos sistem kekebalan tubuh terhadap virus Covid-19, telah dikembangkan melalui kerja sama antara CanSino dan Sinovac Biotech.

Kedua perusahaan ini telah memproduksi 770 juta dosis vaksin yang telah dikirim dari China ke seluruh dunia.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]