China janji tingkatkan dukungan usaha mandiri, termasuk e-commerce

Para pejabat China pada Selasa (1/11) menjanjikan lebih banyak upaya untuk mendukung usaha mandiri atau wiraswasta di tengah berbagai kesulitan seiring negara itu meluncurkan peraturan baru untuk memajukan pengembangan usaha mandiri.

Guo Qimin, seorang pejabat di Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China, mengungkapkan bahwa lebih banyak upaya akan dilakukan untuk meningkatkan implementasi kebijakan makro, mengoptimalkan lingkungan bisnis, dan mempromosikan lapangan kerja serta kewirausahaan.

Per akhir September, lapor Xinhua pada Rabu, China tercatat memiliki 111 juta usaha mandiri terdaftar, yang menyumbang dua pertiga dari entitas pasar negara itu, tunjuk data resmi. Hampir 90 persen di antaranya bergerak di sektor jasa, sementara lebih dari 30 persen terlibat dalam bisnis baru seperti livestreaming dan perdagangan elektronik (e-commerce).

Sejumlah upaya juga akan dilakukan untuk meringankan beban perusahaan kecil dan usaha mandiri, membantu mereka dalam pembiayaan, dan merangsang permintaan konsumen, kata Guo dalam konferensi pers terkait peraturan baru itu.

Peraturan yang mulai berlaku pada Selasa itu menetapkan sejumlah kebijakan preferensial khusus di berbagai area termasuk mengoptimalkan lingkungan bisnis serta melindungi hak dan kepentingan yang sah dari usaha mandiri.

Pu Chun, Wakil Kepala Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China, mengatakan peraturan tersebut telah sepenuhnya mempertimbangkan kekhawatiran yang dimiliki usaha mandiri serta mengedepankan langkah-langkah praktis dan efektif.

Sebagai contoh, menurut peraturan baru itu pemerintah daerah harus menyediakan lebih banyak lapak usaha sekaligus mengurangi biaya penggunaan lapak tersebut, kata Pu. Mereka harus sepenuhnya mempertimbangkan kebutuhan dan kesulitan yang dimiliki usaha mandiri dalam proses pengambilan keputusan, imbuhnya.

"Memajukan pengembangan usaha mandiri berarti mendukung ekonomi riil," ujarnya.

Guna meredam dampak epidemi dan kesulitan lainnya, China melakukan berbagai upaya berkesinambungan untuk meringankan beban usaha mandiri. Dari 2020 hingga akhir September tahun ini, pemotongan pajak dan biaya untuk usaha mandiri mencapai hampir 1,03 triliun yuan (1 yuan = Rp2.138).

Saat ini, lebih dari 80 persen usaha mandiri di China telah bebas pajak, menurut Dai Shiyou, seorang pejabat Administrasi Perpajakan Negara China.