China Kembali Terima Kunjungan Turis Setelah 3 Tahun Lockdown, Catat Syaratnya

Merdeka.com - Merdeka.com - China membuka kembali perbatasannya untuk wisatawan internasional. Ini merupakan pertama kalinya sejak tiga tahun lockdown karena pandemi Covid. China mulai menutup perbatasannya untuk warga asing pada Maret 2020.

Para wisatawan tidak perlu lagi melakukan karantina. Tetapi mereka wajib membawa hasil tes negatif PCR yang diambil dalam waktu 48 jam.

Setelah perbatasan dibuka, diperkirakan 400.000 warga Hong Kong akan bepergian ke China daratan dalam beberapa pekan ke depan, dikutip dari BBC, Senin (9/1).

Salah seorang pria asal China yang tinggal di Hong Kong menyampaikan kepada BBC, dia belum pernah bertemu keluarganya di China selama tiga tahun dan sangat senang dengan dibukanya perbatasan ini. Pria ini mengaku langsung membeli tiket untuk mudik ke China daratan.

China membuka kembali perbatasannya saat dimulainya "Chunyun", periode awal perjalanan Tahun Baru Imlek. Sebanyak 2 miliar orang diperkirakan akan mudik Imlek, naik dua kali lipat dibanding tahun lalu.

"Saya senang banget bisa pulang, dan menghirup udara China. Bahagia banget, bahagia banget," kata Li Hua, yang tinggal di Inggris.

Dalam tiga tahun terakhir, China menjadi salah satu negara terketat di dunia dalam menjalankan protokol kesehatan dan pembatasan Covid yang dikenal dengan kebijakan nol Covid. China memberlakukan sejumlah lockdown dan syarat tes Covid yang ketat. [pan]