China Klaim Virus Corona Berawal dari Spanyol

Diza Liane Sahputri, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – China lagi-lagi menyanggah bahwa penyebaran COVID-19 berasal dari sana dan menyalahkan Spanyol. Menurut peneliti China, negara Spanyol adalah tempat virus corona jenis baru itu bermula.

Hanya beberapa hari sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memulai misi penyelidikan di Beijing untuk menetapkan penyebab wabah yang kini telah menewaskan jutaan orang, seorang peneliti China terkemuka mengklaim mereka salah menentukan negara. Peneliti berujar, WHO seharusnya melakukan misinya di Spanyol.

Dikutip dari laman Daily Star, Kota Wuhan telah lama diidentifikasi sebagai lokasi virus corona bermutasi dari hewan ke manusia, dan teori yang ada adalah bahwa virus itu berasal dari kelelawar di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan. Tetapi, Wang Guangfa, seorang spesialis pernapasan Universitas Peking yang pulih dari COVID-19, mengklaim WHO harus menyelidikinya di Barcelona.

Baca juga: Ilmuwan Desak WHO agar Mengakui Virus Corona Dapat Menular Lewat Udara

Para peneliti mengatakan mereka mendeteksi virus corona dalam air limbah di sana pada Maret 2019. Dia menduga keberadaan virus dalam sampel yang diambil di ibukota Catalan sembilan bulan sebelum wabah Wuhan menunjukkan bahwa virus itu sebenarnya telah dimulai di Spanyol, bukan China.

"Tidak masalah dengan negara mana pekerjaan identifikasi ilmiah dimulai, asalkan melibatkan semua negara terkait dan dilakukan dengan adil," ujar kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Zeng Guang.

Studi lain menunjukkan bahwa saat ini virus tersebut berasal dari Wuhan pada akhir tahun lalu. Tak sedikit juga pakar kesehatan, termasuk seorang profesor Universitas Oxford yang mengatakan bahwa virus itu mungkin sudah mulai di tempat lain beberapa waktu sebelumnya.

Diketahui, Pemerintah China telah dituduh menutupi penyebaran virus ini pada tahap awal. Sehingga berdampak pada lambatnya negara lain mengambil tindakan pencegahan atau mengembangkan pengobatan untuk COVID-19 dan membuat pandemi kian meluas.