China laporkan hari kedua tanpa kasus lokal virus corona

Beijing/Shanghai (Reuter) - China daratan melaporkan hari kedua berturut-turut tidak ada kasus lokal baru virus corona sementara pusat wabah, Provinsi Hubei, sudah membuka perbatasan. Namun, kasus impor meningkat saat Beijing meningkatkan pengendalian untuk mencegah kebangkitan penularan.

Total 67 kasus baru dilaporkan muncul pada akhir Rabu (25/3), naik dari 47 pada hari sebelumnya. Semua kasus itu muncul dari luar negeri, kata Komisi Kesehatan Nasional China dalam pernyataan pada Kamis.

Hingga kini, jumlah total kasus orang mengidap virus corona di seluruh negeri mencapai 81.285.

Komisi melaporkan total 3.287 kematian pada akhir Rabu, yang merupakan kenaikan sebanyak enam orang dari satu hari sebelumnya.

Semua pasien baru pada Rabu adalah orang-orang yang tiba di China dari luar negeri. China daratan melaporkan tidak ada penularan di dalam negeri.

Shanghai melaporkan paling banyak kasus dengan 18 pengidap, diikuti wilayah Mongolia Dalam sebanyak 12 dan Provinsi Guangdong di 11.

Sekitar 90% dari semua pengidap corona yang masuk dari luar negeri adalah pemegang paspor China, kata Wakil Menteri Luar Negeri Luo Zhaohui saat konferensi pers pada Kamis. Ia menambahkan bahwa 40% dari mereka adalah pelajar China di perantauan yang kembali ke Tanah Air di tengah peningkatan penyebaran wabah tersebut di luar negeri.

"Kami memahami bahwa beberapa siswa di perantauan sangat ingin pulang ... Tetapi dalam situasi saat ini, dengan tetap tinggal di sana, mereka dapat menghindari infeksi silang dalam perjalanan pulang yang terburu-buru atau tidak terjebak di tengah perjalanan ketika kontrol perbatasan di negara tempat mereka transit diperketat,"kata Luo.

Karena mengkhawatirkan gelombang penularan baru terkait kasus impor, pihak berwenang telah memperketat aturan karantina dan pemindaian di kota-kota besar lainnya, termasuk Beijing. Di sana, semua penumpang yang datang dari luar negeri harus menjalani karantina terpusat.

Jumlah kasus harian baru di China tetap turun tajam dibandingkan dengan saat puncak wabah di negara itu pada Februari. Perkembangan itu memungkinkan Beijing terdorong untuk memulai kembali kegiatan ekonomi di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Provinsi Hubei, yang berpenduduk sekitar 60 juta orang, melaporkan tidak ada kasus baru pada Rabu dan membuka perbatasannya. Transportasi umum mulai kembali beroperasi dan para warga Kota Xianning berjalan-jalan sambil mengenakan masker.

Karantina wilayah ibu kota Hubei, Wuhan, tempat virus itu pertama kali muncul akhir tahun lalu, akan dicabut pada 8 April. Pencabutan karantina itu menjadi tonggak penting dalam perang China melawan wabah tersebut. Sementara itu, Beijing mengalihkan pusat perhatiannya pada upaya membendung kasus-kasus impor virus corona serta menghidupkan kembali perekonomian.

Tingkat kematian di Wuhan adalah sekitar lima persen, kata Qiu Haibo, seorang ahli medis pada panel yang dipimpin oleh pemerintah pusat, menurut People's Daily, Kamis.