China Laporkan Kasus Virus Corona COVID-19 Tertinggi Sejak Juli 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Beijing- China telah melaporkan 63 infeksi baru Virus Corona COVID-19 pada Kamis (7/1/2021) waktu setempat.

Penambahan jumlah kasus COVID-19 itu adalah infeksi harian tertinggi sejak Juli 2020 - ketika pihak berwenang mencoba membasmi wabah Virus Corona di kota berpenduduk 11 juta di dekat Beijing.

Wabah yang baru-baru muncul di Provinsi Hebei utara, juga telah menyebabkan kelonjakan kasus COVID-19 dan mendorong pengujian massal, penutupan sekolah, serta diputusnya jalur perjalanan ke provinsi tersebut.

51 Kasus tambahan pun tercatat di Hebei utara pada Kamis 7 Januari - ditambah dengan 69 kasus tanpa gejala lainnya, menurut Komisi Kesehatan Nasional China.

Stasiun penyiar nasional China, CCTV dalam laporannya menunjukkan kerumunan orang yang tampak berkumpul di luar stasiun kereta api di Shijiazhuang untuk mengikuti tes COVID-19.

Mereka juga tampak diarahkan oleh staf medis dalam pakaian pelindung lengkap (APD).

"Saya melakukan tes asam nukleat tadi malam, tetapi belum mendapatkan hasilnya. Tanpanya saya tidak dapat meninggalkan kota," ungkap seorang remaja wanita kepada CCTV.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

China Tutup Beberapa Akses Utama Keluar Kota

Seorang wanita yang memakai masker untuk mengekang penyebaran COVID-19 berjalan di Central Business District, Beijing, China, Senin (4/1/2021). Waspada terhadap gelombang infeksi lain, China mendesak puluhan juta pekerja migran untuk tetap tinggal selama liburan Tahun Baru Imlek.(AP Photo/Andy Wong)
Seorang wanita yang memakai masker untuk mengekang penyebaran COVID-19 berjalan di Central Business District, Beijing, China, Senin (4/1/2021). Waspada terhadap gelombang infeksi lain, China mendesak puluhan juta pekerja migran untuk tetap tinggal selama liburan Tahun Baru Imlek.(AP Photo/Andy Wong)

Dalam upaya untuk mencegah penyebaran Virus Corona COVID-19 ke luar kota, jalan raya utama yang menuju ke kota Shijiazhuang, sekitar 300 kilometer selatan Beijing, telah ditutup dan perjalanan bus antar kota juga dihentikan.

Laporan Global Times menyebut tiket kereta api dari Hebei Beijing kini tidak lagi dijual agar warga tidak bepergian.

Sementara satu distrik di Shijiazhuang - yang memiliki populasi 11 juta orang - telah dinyatakan berisiko tinggi akan penyebaran Virus Corona COVID-19 sehingga telah ditutup.

Otoritas setempat juga mengungkap bahwa puluhan ribu orang telah dites COVID-19 untuk mencegah munculnya kaster infeksi baru.

Selain itu, 11 kasus impor dan satu kasus domestik tambahan lainnya juga dilaporkan ada di wilayah timur laut China.

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini: