China Menyalip AS Jadi Negara Terkaya Dunia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta China menggeser posisi Amerika Serikat sebagai negara terkaya dunia. McKinsey & Co. melaporkan jika kekayaan global meningkat tiga kali lipat selama dua dekade terakhir, dengan China memimpin dan menyalip AS untuk posisi teratas di seluruh dunia.

Laporan McKinsey & Co. ini meneliti neraca dari 10 negara yang mewakili lebih dari 60 persen pendapatan dunia.

China menyumbang hampir sepertiga dari keuntungan dalam kekayaan bersih global selama dua dekade terakhir.

"Kita sekarang lebih kaya dari sebelumnya," kata Jan Mischke, mitra di McKinsey Global Institute di Zurich, melansir laman Bloomberg dan business insider, Kamis (18/11/2021).

Tercatat, kekayaan bersih negara di seluruh dunia naik menjadi USD 514 triliun pada 2020, dari USD 156 triliun pada 2.000.

China menyumbang hampir sepertiga dari peningkatan kekayaan tersebut. Kekayaannya meroket menjadi USD 120 triliun dari hanya USD 7 triliun pada 2.000.

Tahun di mana China belum bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia. Lambat laun ekonomi negara ini kemudian melesat.

Asal Kekayaan

Bendera AS dan China berkibar berdampingan (AP/Andy Wong)
Bendera AS dan China berkibar berdampingan (AP/Andy Wong)

Di sisi lain, ekonomi AS tertahan kenaikan harga properti yang lebih rendah. Meski demikian, nilai kekayaan bersih negara ini lebih dari dua kali lipat selama periode tersebut, menjadi USD 90 triliun.

Di AS dan China sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia, lebih dari dua pertiga kekayaan dikuasai 10 persen rumah tangga terkaya. Di mana kekayaan mereka terus meningkat.

McKinsey menemukan jika 68 persen dari kekayaan bersih global berasal dari sektor di real estate.

"Seperti infrastruktur, mesin dan peralatan dan, pada tingkat yang jauh lebih rendah, apa yang disebut tidak berwujud seperti kekayaan intelektual dan paten," tambahnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel