China siap implementasikan perjanjian RCEP

·Bacaan 1 menit

China menyatakan telah menyelesaikan persiapan domestik untuk menerapkan perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP), seperti disampaikan seorang pejabat China pada Kamis (30/12).

Wakil Menteri Perdagangan China Ren Hongbin dalam konferensi pers mengatakan bahwa negaranya siap untuk memenuhi total 701 kewajiban yang mengikat berdasarkan perjanjian tersebut, atau dua hari menjelang berlakunya kesepakatan perdagangan terbesar di dunia itu.

Perjanjian RCEP itu ditandatangani oleh 15 negara peserta pada November 2020 lalu. China paling pertama dalam meratifikasi kesepakatan tersebut dan menyerahkan instrumen ratifikasi ke Sekretariat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada awal tahun ini.

Implementasi RCEP menandai tonggak baru bagi keterbukaan China, ujar Ren.

Dalam konferensi pers yang sama, Yu Benlin, seorang pejabat di Kementerian Perdagangan China yang bertanggung jawab atas hubungan ekonomi dan perdagangan internasional, mengatakan bahwa China akan memenuhi komitmen pada keterbukaan perdagangan jasa dan daftar negatif investasi serta memastikan semua upaya telah dilakukan.

Menurut perjanjian tersebut, China akan membuka tambahan 22 sektor jasa, menambah komitmen di 100 sektor untuk bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dua dasawarsa lalu.

Setelah kesepakatan perdagangan itu dimulai, lebih dari 90 persen perdagangan barang antara negara-negara anggota yang disetujui nantinya akan dikenakan tarif nol.

Ke-15 negara anggota RCEP merupakan rumah bagi 2,27 miliar orang, dengan total Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 26 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp14.269) dan total ekspor sebesar 5,2 triliun dolar AS, yang seluruhnya menyumbang sekitar 30 persen dari total di dunia.

Dengan jumlah penduduk yang besar, keanggotaan yang beragam, dan potensi yang besar, blok perdagangan bebas tersebut diperkirakan akan menggenjot pertumbuhan perdagangan dan memfasilitasi pemulihan ekonomi global.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel