China Sukses Mendarat Mulus di Bulan, Gak Istirahat Langsung Ngebor

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pesawat luar angkasa China, Chang'e 5, berhasil mendarat mulus di Bulan. Tak lama setelah mendarat, robot penjelajah langsung ngebor menggali permukaan Bulan yang kemudian sampelnya dikumpulkan untuk dibawa kembali ke Bumi.

Dilansir dari situs Space, Kamis, 3 Desember 2020, kamera Chang'e 5 merekam saat mereka melewati Ocean of Storms menuju lokasi pendaratan. Rekaman hitam putih itu menunjukkan puncak di cakrawala sebelum pesawat bergerak ke posisi vertikal dan mulai turun ke permukaan Bulan.

Baca: China Sukses Kangkangi India dan Israel, Sejajar sama AS dan Rusia

Kamera itu juga menunjukkan bagaimana salah satu elemen Chang'e 5 menggali permukaan Bulan untuk mengumpulkan sampel. Chang'e 5 menggunakan sinar Gamma untuk mengukur jarak ke permukaan. Kemudian, untuk mendeteksi bahaya mereka menggunakan sistem optik dan laser.

Chang'e 5 resmi diluncurkan pada 23 November lalu tersebut berhasil mendarat dengan mulus pada 1 Desember 2020. Pendaratan menjadi satu dari beberapa misi Chang'e 5 yang menantang, karena harus membawa sampel permukaan Bulan ke Bumi. Misi ini terakhir kali dilakukan pada 1970-an.

Beberapa jam setelah pendaratan, mereka mulai bekerja untuk mengambil sampel. Dimulai dari mengebor regolith Bulan untuk mendapat materi yang berharga. Lalu, kendaraan pendakian yang ada di dalam Chang'e 5 akan kembali ke orbit Bulan.

Pengorbit akan membawa sampel ke Bumi dengan melepas kapsul yang akan memasuki atmosfer dan mendarat di Bumi pada 16 Desember 2020. China menjadi satu-satunya negara yang berhasil mendaratkan pesawat luar angkasanya di Bulan setelah 40 tahun sejak Misi Luna 24 oleh Uni Soviet, kini Rusia.

Misi Chang'e 1-4 menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berhasil mendarat di Bulan, tapi juga mampu mengoperasikan robot penjelajah. Chang'e 5 memiliki tugas untuk mengambil sampel dan mengembalikannya ke Bumi. Langkah ini terbilang sangat menantang karena kesempatan gagalnya begitu besar.

Kegagalan tersebut sudah dirasakan oleh India dan Israel pada tahun lalu. Vikram, yang merupakan wahana pendarat milik Indian Space Research Organization (ISRO), tiba-tiba hilang kontak dengan Bumi sesaat akan menyentuh Bulan.

Sementara Wahana Antariksa Israel, Beresheet, nyaris saja mendarat di permukaan Bulan. Tapi pada saat-saat terakhir gagal. Hal ini menghancurkan impian mereka menjadi negara yang pernah mendaratkan wahana di satelit alami Bumi tersebut.