AS-China tandatangani pakta untuk redakan ketegangan ekonomi

Washington (AP) - Setelah 18 bulan perang ekonomi, Amerika Serikat dan China akan mengambil langkah menuju perdamaian pada Rabu. Setidaknya untuk sekarang.

Presiden Donald Trump dan kepala negosiator China, Liu He, dijadwalkan menandatangani sebuah perjanjian perdagangan sederhana di mana pemerintah akan mengurangi sejumlah sanksi terhadap China dan Beijing akan meningkatkan pembelian produk pertanian AS dan barang-barang lainnya. Di atas segalanya, kesepakatan itu akan meredakan konflik yang telah memperlambat pertumbuhan global, merugikan produsen Amerika dan membebani ekonomi China.

Tetapi apa yang disebut pakta Tahap 1 tidak banyak memaksa China untuk melakukan reformasi ekonomi besar - seperti mengurangi subsidi yang tidak adil untuk perusahaannya sendiri - yang diinginkan pemerintahan Trump ketika memulai perang dagang dengan mengenakan tarif impor China pada bulan Juli 2018, AS belum mengungkapkan rincian perjanjian tersebut, meskipun Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan mereka akan mengumumkan Rabu.

Sebagian besar analis mengatakan resolusi bermakna apa pun dari tuduhan utama AS - bahwa Beijing menggunakan taktik predator dalam upayanya untuk menggantikan supremasi teknologi Amerika - dapat membutuhkan bertahun-tahun perundingan yang kontroversial. Mereka yang skeptis mengatakan resolusi yang memuaskan mungkin hampir mustahil mengingat ambisi China untuk menjadi pemimpin global dalam teknologi canggih seperti mobil tanpa pengemudi dan kecerdasan buatan.

"Penandatanganan perjanjian Fase 1 akan mewakili sebuah langkah baik, bahkan jika sedikit, de-eskalasi permusuhan perdagangan antara China dan AS," kata Eswar Prasad, seorang ekonom Universitas Cornell dan dan mantan kepala Dana Moneter Internasional Divisi China. "Tapi itu hampir tidak membahas dengan cara apa pun sumber mendasar dari ketegangan perdagangan dan ekonomi antara kedua belah pihak, yang akan terus memburuk."

Dalam sebuah surat kepada Trump pada Senin, Senat Demokrat terkemuka, Chuck Schumer dari New York, mengeluh bahwa kesepakatan Fase 1 tampaknya membuat "sangat sedikit kemajuan dalam mereformasi perilaku perdagangan China yang tamak dan sepertinya akan mengirim sinyal kepada negosiator China bahwa AS dapat dilibas.