China Tendang AS dari Euro 2020

·Bacaan 2 menit

VIVA – Turnamen sepak bola empat tahunan negara-negara Eropa, Euro 2020, yang biasanya ramai disponsori oleh merek atau brand asal Amerika Serikat (AS) kini ramai dipenuhi brand dari China. Papan iklan elektronik Euro 2020 di luar lapangan Stadion Wembley di London, Inggris banyak menampilkan industri teknologi negeri Tirai Bambu.

Padahal, pada lima tahun lalu hanya ada satu sponsor asal China, yakni televisi HiSense. Kini, merek itu ditemani oleh Vivo, TikTok, dan Alipay. Tapi, tidak terlihat adanya nama raksasa teknologi AS seperti Facebook, Google, Amazon maupun Apple.

"Tidak ada strategi spesifik terkait kolaborasi dengan sejumlah perusahaan China. Akan tetapi, kami ingin melibatkan audiens global, seperti halnya merek-merek yang bergabung dengan program komersial kami," kata UEFA, seperti dikutip dari situs BBC, Sabtu, 10 Juli 2021.

Vivo dalam keterangan resminya menjelaskan, melalui kemitraan dengan UEFA, mereka berupaya untuk bisa terhubung dan memperluas basis pengguna yang semakin luas hingga lebih dari 400 juta orang di seluruh dunia.

“Seiring dengan ekspansi bisnis global yang cepat, kami menyadari pentingnya untuk tetap terhubung dengan banyak orang lewat momen indah dalam hidup yang paling mereka suka. Sebagai brand tentu kami ingin terus berada dekat dengan pengguna dan berinvestasi dalam setiap hasrat mereka,” demikian menurut Vivo.

Sementara TikTok telah membuat efek realitas khusus Piala Eropa, siaran langsung di TikTok, dan tantangan membuat tagar. UEFA juga membuat akun khusus untuk turnamen ini yang telah diikuti 4,2 juta orang.

Adapun Alipay akan memberikan piala untuk pencetak gol terbanyak dalam turnamen tersebut. Adapun semua catatan gol dan skor pertandingan disimpan di Antchain, yang juga menjadi bagian dari AntGroup bersama Alipay.

Dosen Kebijakan Publik dan Manajemen Olahraga Universitas Birmingham di Inggris Shushu Chen mengatakan HiSense mencatat peningkatan angka penjualan setelah mensponsori Piala Eropa 2016.

Akan tetapi, ia merasa kalau perusahaan-perusahaan teknologi China ini tidak cuma mengejar angka penjualan di Euro 2020. Tapi juga aksi untuk menarik simpati Presiden China Xi Jinping yang sangat menggemari sepak bola. "Mereka semua berlomba-lomba untuk (menarik simpati Jinping) itu," jelasnya.

Di tengah aturan dan pengawasan ketat yang diterapkan pemerintah China terhadap perusahaan-perusahaan teknologinya, melakukan investasi di industri olahraga, khususnya sepak bola, akan membuat mereka 'seakan-akan' terlihat mendukung olahraga kesukaan Xi Jinping.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel