China Tertarik Investasi Pembangunan Bandara Kertajati

Bandung (ANTARA) - Pemerintah China tertarik untuk berinvestasi di sisi darat dari proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, di Kabupaten Majalengka, Jabar, kata Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Jawa Barat Agus Gustiar.

"Dan satu hal yang sangat menarik ialah bahwa China sangat tertarik dengan pembangunan BIJB Kertajati. Mereka tertarik di sisi daratnya, karena sisi udara itu kan pemerintah. Kemudian sisi daratnya itu kan area komersialnya," kata Agus Gustiar, di Kota Bandung, Jumat.

Ditemui usai menghadiri Courtesy Call YM Duta Besar Republik Rakyat China Mr Liu Jianchao dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Gustiar menuturkan, karena tertarik dengan pembangunan BIJB Kertajati maka Dubes China menyarankan diadakan pertemuan lanjutan.

"Sehingga dia (Dubes China) tadi menyarankan akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas BIJB. Nanti kita kaitkan dengan kegiatan market sounding BIJB," kata Gustiar.

Menurut dia, pertemuan lanjutan antara Pemprov Jawa Barat dengan Dubes China tersebut juga merupakan strategi untuk menarik minat Pemerintah China agar mau berinvestasi di Provinsi Jabar.

"Jadi itu strategi kita bagaimana mereka menangkap, karena mereka siap dalam hal pendanaan berkali-kali," ujar dia.

Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ditargetkan selesai pada 2018 karena ada beberapa kendala dalam pembangunannya seperti pembebasan lahan dan negosiasi harga dengan masyarakat yang belum selesai.

"Kemudian dari Pemprov Jawa Barat juga baru akan melakukan market sounding sekitar November 2012," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Deny Juanda Puradimadja.

Denny menambahkan Perda tentang pembangunan BIJB Kertajati termasuk untuk kawasan aero city sudah ada sehingga tinggal merumuskan siapa operatornya.

"Jadi pada rapat tadi juga dibahas mengenai pembangunan aero city," kata dia.

Ia menuturkan, Pemprov Jabar hanya melaksanakan pembangunan hingga bandara itu beroperasi dan Kementerian Perhubungan akan bertugas untuk membangun sisi udaranya yakni `run way` dan `Air Traffic Control` (ATC).(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...