China tutup Kota Wuhan terkait virus korona

Beijing (AFP) - China secara efektif menempatkan kota yang menjadi pusat wabah virus di bawah karantina pada Kamis, menangguhkan penerbangan dan kereta api ke luar dalam langkah drastis untuk mengisolasi penyakit menular yang telah menewaskan 17 orang, menginfeksi ratusan orang dan mencapai negara lain.

Pihak berwenang di Wuhan, pusat transportasi utama, juga menangguhkan bus umum dan kereta bawah tanah, serta mengatakan warga tidak boleh meninggalkan kota berpenduduk 11 juta orang itu "tanpa alasan khusus".

Lebih dari 570 orang telah terinfeksi virus di seluruh China - dengan sebagian besar kasus ditemukan di Wuhan, di mana pasar makanan laut yang menjual hewan liar secara ilegal telah diidentifikasi sebagai pusat penyebaran.

Virus koron telah memicu kewaspadaan karena kemiripannya dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang menewaskan hampir 650 orang di seluruh daratan China dan Hong Kong pada 2002-2003.

Seperti SARS, itu dapat ditularkan antarmanusia melalui saluran pernapasan.

Kasus pertama virus baru dikonfirmasi pada 31 Desember, dan sejak itu telah terdeteksi di Jepang, Makau, Korea Selatan, Taiwan, Thailand dan Amerika Serikat.

Organisasi Kesehatan Dunia, Rabu, menunda keputusan tentang apakah akan mengumumkan darurat kesehatan global - instrumen langka yang hanya digunakan untuk wabah terburuk.

Setelah pertemuan komite darurat di Jenewa, kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ia membutuhkan "informasi lebih lanjut".

Komite darurat akan bertemu lagi dari 1100 GMT pada Kamis, setelah ketua, Didier Houssin, mengatakan para ahli terpecah untuk menyatakan darurat kesehatan masyarakat.

Meskipun Tedros memuji "langkah-langkah yang sangat, sangat kuat" China untuk mengatasi wabah tersebut.

Ditanya tentang penutupan transportasi Wuhan, Tedros mengatakan: "Dengan memiliki tindakan yang kuat tidak hanya mereka akan mengendalikan wabah di negara mereka tetapi mereka juga akan meminimalkan kemungkinan wabah ini menyebar secara internasional".

Pusat komando khusus anti-virus Wuhan mengatakan langkah-langkah karantina, yang mulai berlaku sejak pukul 02.00 GMT, dimaksudkan untuk "secara efektif memotong penyebaran virus, secara tegas mengekang wabah dan menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat," menurut media pemerintah.

Departemen pariwisata dan budaya kota membatalkan semua tur kelompok hingga 8 Februari, menurut kantor berita resmi Xinhua.

Kota itu sudah memperingatkan orang-orang untuk menghindari memasuki atau meninggalkan Wuhan. Acara publik besar untuk liburan Tahun Baru Imlek, yang dimulai Jumat, dibatalkan.

Pihak berwenang di Wuhan juga mewajibkan mengenakan masker di tempat-tempat umum, menurut media pemerintah.

Tagar "Wuhan ditutup" sedang tren di Weibo seperti Twitter di China, dengan lebih dari 30 juta tampilan.

Dengan ratusan juta orang bepergian di seluruh China minggu ini untuk liburan Tahun Baru Imlek, Komisi Kesehatan Nasional pada Rabu mengumumkan langkah-langkah untuk mengekang penyakit ini - termasuk sterilisasi dan ventilasi di bandara dan stasiun bus, serta di dalam pesawat dan kereta api.

Pemerintah China telah mengklasifikasikan wabah dalam kategori yang sama dengan epidemi SARS, yang berarti isolasi wajib bagi mereka yang didiagnosis dengan penyakit tersebut serta kemampuan untuk menerapkan tindakan karantina.

Tetapi mereka masih belum dapat memastikan sumber pasti dari virus tersebut.

Michael Ryan, kepala program kedaruratan kesehatan WHO, mengatakan: "Ada banyak hal yang tidak diketahui untuk diatasi dalam peristiwa ini termasuk tingkat keparahan klinis dan tingkat sebenarnya serta sifat penularan penyakit".

Hewan diduga menjadi sumber utama wabah, dengan pejabat kesehatan China mengatakan bahwa virus tersebut berasal dari pasar di mana hewan liar dijual secara ilegal.

Tetapi WHO telah mengkonfirmasi bahwa virus itu dapat ditularkan di antara orang-orang, setidaknya mereka yang berhubungan dekat, dan pejabat kesehatan China mengatakan itu bisa bermutasi dan menyebar lebih jauh.

Negara-negara telah mengintensifkan upaya untuk menghentikan penyebaran patogen - yang dikenal dengan nama teknisnya 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV).

Penumpang menghadapi langkah-langkah penyaringan di lima bandara AS dan sejumlah pusat transportasi di seluruh Asia.

Bandara-bandara Eropa dari London ke Moskow juga meningkatkan pemeriksaan dan Nigeria, yang memiliki banyak warga yang bekerja di China, mengatakan akan memulai pemeriksaan di titik masuk.

Pasien yang tinggal di AS, seorang pria berusia 30-an yang berasal dari Wuhan tetapi yang tinggal di dekat Seattle, sedang beristirahat dengan nyaman di pusat medis dan akan pulang ke rumah dalam "waktu dekat", kata seorang petugas medis.

Pihak berwenang China pada Kamis melaporkan puluhan infeksi baru, sehingga jumlah yang dikonfirmasi menjadi 571.

Kepala WHO Tedros mengatakan ada "stabilitas" untuk saat ini.

"Kami tidak melihat adanya variasi yang signifikan tetapi pada saat yang sama kami juga percaya bahwa kami harus berhati-hati," katanya.

Tedros juga memuji keterbukaan China tentang wabah itu sebagai "terpuji".

Tetapi seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington "masih khawatir" tentang transparansi dalam pemerintah China.

Selama epidemi SARS, pemerintah China membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melaporkan penyakit ini dan awalnya menolak kedatangan pakar WHO di Provinsi selatan Guangdong, tempat virus itu berasal.