China Uji Coba Mata Uang Digital e-RMB di 4 Kota

Liputan6.com, Jakarta Perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat China melakukan terobosan dalam sistem pembayaran. Negara yang sempat mati-matian melawan virus Corona tersebut mulai menggunakan mata uang digital alias e-currency di 4 kota besarnya.

Media lokal China menyebutkan, dalam beberapa waktu belakangan, China telah mengembangkan e-RMB yang bakal menjadi mata uang digital pertama yang digunakan dalam sistem pembayaran nasional.

Ada 4 kota yang sudah melakukan uji coba penggunaan e-RMB ini, yaitu Shenzhen, Suzhou, Chengdu, area baru di Beijing, Xiong'an dan beberapa daerah yang akan menjadi host event Beijing Winter Olympics 2022.

Tak cuma itu, media Daily China juga menyebutkan beberapa sektor pemerintahan mulai menggaji pegawai mereka dengan e-RMB bulan Mei ini.

"Di Suzhou, mata uang digital akan digunakan sebagai subsidi transportasi. Sedangkan di Xiong'an, percobaan penggunaan e-RMB akan fokus di makanan dan ritel," demikian dikutip dari The Guardian, Minggu (3/5/2020).

Dilaporkan juga beberapa tangkapan layar yang memperlihatkan penggunaan mata uang digit tersebut di sebuah aplikasi. Hal tersebut semakin meyakinkan penerapan e-RMB ini sudah berjalan meskipun belum resmi dirilis dan diumumkan.

Dalam penggunaan mata uang e-RMB ini, jaringan makanan dan ritel seperti McDonalds dan Starbucks dilaporkan turut serta melakukan uji coba, walau saat dikonfirmasi The Guardian, Starbucks membantah hal itu.

 

Fokus

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sementara di China sendiri, penggunaan mata uang digital sudah menjamur dengan hadirnya Alipay (dari Alibaba's Ant Financial) dan WeChat Pay (dari Tencent).

Professor di institut pengembangan penelitian nasional Universitas Peking, Xu Yuan menyatakan, penggunaan uang digital akan mengubah pengawasan dan kontrol bank sentral terhadap penggunaan uang di seluruh negara.

"Meskipun ada beberapa perspektif penggunaan yang berbeda, tapi dari segi supervisi bank, sistem pembayaran masa depan benar-benar menjadi hal yang sangat besar," kata Xu Yuan.

Adapun, institut pengembangan mata uang digital di People's Bank of China saat ini tengah fokus melakukan pengembangan terhadap e-RMB per 17 April kemarin.

Dikatakan, e-RMB semakin stabil dan desain serta fungsinya semakin diperbarui dari waktu ke waktu. Namun begitu, gubernur bank sentral China, Yi Gang, belum menyatakan apapun soal peresmian mata uang digital ini.

Ketika sudah resmi, mata uang ini akan menjadi "penyelamat" transaksi dan sistem pembayaran jangka panjang secara global.

"Mata uang digital ini bisa memfasilitasi integrasi perdagangan secara global dengan resiko kepentingan politik yang minimal," katanya.