Chip Mini Buatan Militer AS Mampu Deteksi COVID-19 dalam 5 Menit

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – DARPA atau Defense Advance Research Project Agency merupakan unit laboratorium militer di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) yang bertanggung jawab atas pengembangan teknologi baru untuk digunakan oleh Angkatan Bersenjata AS.

Saat ini, DARPA berhasil membuat chip mini (microchip) yang diklaim bisa mengidentifikasi Virus Corona COVID-19 dalam 5 menit. Karena didesain untuk ditanam – bukan disuntik – di bawah kulit maka microchip bisa langsung mendeteksi COVID-19 melalui aliran darah dalam 5 menit.

Baca: Drone Punya Akses Memata-matai Jaringan Seluler 4G, tapi Bukan China

Pensiunan Kolonel Angkatan Darat AS (US Army), Matt Hepburn, yang juga dokter ahli penyakit menular, mengatakan chip mini tersebut akan bertindak seperti lampu di mesin pemeriksa. Jika microchip ini digunakan sejak lama, maka kemungkinan terpaparnya 1.271 orang akibat COVID-19 di kapal induk USS Theodore Roosevelt pada tahun lalu bisa dihindari.

Chip mini buatan DARPA, yang tidak digunakan secara luas di luar Pentagon, ditanam di bawah kulit seseorang dalam gel seperti tisu dan terus-menerus menguji darah penerima untuk mencari bukti adanya virus, seperti COVID-19. Setelah terdeteksi, maka ia memberi tahu pembawa microchip bahwa mereka harus segera mendapatkan tes darah.

Hepburn lalu membandingkan microchip diagnostik buatannya dengan peringatan 'mesin periksa' pada mobil. Ia juga mengklaim, teknologi deteksi dini tersebut mampu dapat menghentikan infeksi COVID-19 pada jalur yang tepat.

"Itu sebuah sensor. Benda kecil berwarna hijau di sana, Anda taruh di bawah kulit Anda dan hal itu memberi tahu Anda bahwa ada reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh dan sinyal itu berarti Anda akan mengalami gejala (positif COVID-19) keesokan harinya," kata dia, seperti dikutip dari situs Mashable, Senin, 19 April 2021.

Segmen tersebut juga mengungkapkan teknologi yang memungkinkan mesin dialisis standard untuk menghilangkan COVID-19 dari darah menggunakan filter khusus. Darah dilewatkan melalui mesin, di mana ia didetoksifikasi, kemudian dipompa kembali ke dalam tubuh secara terus menerus sampai tubuh terbebas dari virus.

Faktanya, perangkat chip mini untuk medis telah ada, dan sudah digunakan, cukup lama. Padaa 2004, misalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyetujui perangkat identifikasi frekuensi radio (RFID) yang disebut VeriChip yang memungkinkan dokter melihat catatan medis pasien untuk penilaian yang cepat dan efisien.

Pada tahun-tahun berikutnya, banyak microchip yang dapat ditanamkan telah dikembangkan untuk berbagai tujuan medis, seperti untuk pengiriman berbagai jenis obat (termasuk pengendalian kelahiran), dan bahkan chip mini yang membantu memantau kesehatan jantung.