Christina Rantetana, Jenderal Wanita Pertama di ASEAN

Febrika Indirawati

VIVA – Banyak diantara dari kita yang bertanya-tanya, siapakah kowal pertama? Lalu muncul lagi pertanyaan apakah ada wanita yang mencapai jabatan sebagai jenderal? Semuanya pertanyaan tersebut akan terjawabkan oleh tokoh wanita satu ini.

Dia adalah Christina Maria Rantetana. Wanita kelahiran 24 Juli 1955 ini ternyata dikenang sebagai wanita serba pertama di jajaran TNI Angakatan Laut. Dilansir dari berbagai sumber Kamis 14 Mei 2020, Christina tercatat sebagai Laksamana Muda wanita pertama di TNI AL.

Tidak hanya menjadi wanita berpangkat Laksamana Muda wanita pertama, tapi ia juga menjadi Jenderal wanita pertama se-ASEAN. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri, khususnya bagi kaum hawa.

Karena selama ini, perempuan selalu dipandang rendah oleh laki-laki. Bahkan tak jarang, ada yang mengatakan bahwa setinggi-tingginya pendidikan yang diraih oleh perempuan, maka ia akan tetap berada di dapur.

VIVA Militer: Laksamana Muda TNI (Purn) Christina Maria Rentetana

Tapi semua itu berhasil dipatahkan oleh wanita asal Toraja itu. Tidak tanggung-tanggung, Christina juga menjadi Kowal pertama yang menjabat sebagai anggota DPR RI periode 1997-1999 dan 1999 hingga 2004. 

Christina juga tercatat sebagai wanita pertama yang menjadi Direktur Sekolah Kesehatan Angkatan Laut. Kemudian menjadi anggota Kowal pertama yang mengikuti pendidikan S2 Di Tulane University, New Orleans, Amerika Serikat.

Serta Christina juga menjadi anggota Kowal pertama yang menjadi staf ahli Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Bidang Ideologi dan Konstitusi. Selain itu, ia juga menjadi wanita pertama yang mengikuti Sekolah Staf dan Komando (SESKO) di Royal Australian Naval Staf Course di Sydney, Australia.

Wanita tangguh satu ini akhirnya harus kalah dengan penyakit yang dideritanya. Ia diketahui harus menjalani serangkaian protokol kesehatan yang berlangsung di RS AL Mintoharjo, Jakarta. Namun takdir berkata lain, Christina Maria Rentetana wafat pada 31 Juli 2016 sebelum menjalani protokol kesehatan.