CIA Pilih Kepala Operasi Klandestin yang Baru

TEMPO.CO, Washington - John O. Brennan, direktur CIA (Central Intelligence Agency), telah mengganti agen perempuan yang menjadi pejabat Kepala Operasi Klandestin. Menurut pejabat Amerika, Selasa 7 Mei 2013, agen perempuan itu diganti karena keterlibatannya dalam program penahanan dan interogasi CIA di masa lalu dan memainkan peran penting dalam penghancuran video rekaman interogasi terhadap tahanan.

Dengan mengganti agen perempuan itu, Brennan memberi sinyal pergeseran fokus lembaga yang dipimpinnya dari satu dekade upaya pengejaran terhadap musuh-musuh negara ini secara intens dan operasi paramiliter. Langkah ini juga seperti membuat jarak antara periode jabatannya dengan program dan penahanan dan interogasi CIA di masa pemerintahan George W. Bush.

Brennan memilih seorang agen rahasia yang di akhir 50-an bertugas sebagai kepala kantor CIA di Islamabad, Pakistan, untuk menjadi Kepala Operasi Klandestin. Salah satu mantan perwira CIA menyebut orang baru ini sebagai "pilihan yang aman" bagi Brennan.

Calon lain yang sempat dipertimbangkan Brennan adalah agen perempuan yang menjadi pejabat sementara Kepala Operasi Klandestin, selain kepala badan pusat kontraterorisme --yang selama bertahun-tahun berhasil meningkatkan serangan pesawat tanpa awak AS (drone) di Pakistan dan negara-negara lain.

Agen pria yang dipilih Brennan adalah mantan Marinir yang karirnya di CIA dimulai dari petugas paramiliter, yang juga dikenal sebagai divisi khusus. Setelah beberapa tahun di sana, ia menjadi petugas kasus, yang pekerjaannya adalah melakukan spionase 'secara tradisional' dan bertugas di luar negeri.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan CIA Selasa 7 Mei 2013, pejabat baru itu akan tetap undercover di pekerjaan barunya itu. Tugas penting Kantor Operasi Klandestin adalah menjalankan semua operasi mata-mata CIA di seluruh dunia serta bertanggungjawab atas segala program terselubungnya.

Penggantian ini dilakukan di tengah Pemerintahan Obama sedang memperdebatkan masa depan 'operasi pembunuhan terhadap target' menggunakan pesawat tak berawak Drone, dan saat Gedung Putih berencana untuk mengalihkan operasi Drone dari CIA ke Departemen Pertahanan. Meski nantinya dialihkan, kata pejabat AS, CIA kemungkinan akan tetap menjadi bagian dari operasi itu.

Beberapa anggota parlemen, termasuk Senator Dianne Feinstein, Demokrat dari California yang juga ketua Komite Intelijen Senat- sebelumnya menyatakan keprihatinannya bahwa agen perempuan yang terlibat dalam program interogasi dan penahanan itu dipromosikan. Menanggapi pemilihan pejabat Kepala Operasi Klandestin yang baru, dalam sebuah pernyataannya, Selasa 7 Mei 2013, Feinstein mengatakan "mendukung" pilihan Brennan.

Perwira perempuan CIA itu menjadi kontroversi karena membantu mengembangkan 'Program Penahanan dan Interogasi CIA' setelah serangan 11 September. Ia pernah bertugas singkat dan bertanggungjawab terhadap operasi sebuah penjara rahasia CIA di Thailand. 

Pada akhir 2005, ia memainkan peran penting dalam penghancuran rekaman video yang mendokumentasikan interogasi terhadap tokoh al-Qaeda seperti Abu Zubaydah dan Abd al-Rahim al-Nashiri di fasilitas penahanan CIA di Thailand.

 

Perintah penghancuran itu datang dari Jose A. Rodriguez Jr, Kepala Operasi Klandestin saat itu. Namun, sejumlah mantan petugas CIA mengatakan, agen perempuan yang saat itu menjadi kepala staf Rodriguez sangat mendukung rencana penghancuran rekaman itu. 

Saat Rodriguez pensiun awal 2013, agen perempuan itu lantas dipromosikan menjadi pejabat kepala Operasi Klandestin yang baru, yang kemudian menuai kontroversi. Sebelum menjadi kepala staf Rodriguez, agen perempuan itu bernah menjadi kepala kantor CIA di London dan New York.

Departemen Kehakiman AS sempat menyelidiki penghancuran rekaman interogasi itu setelah soal ini terungkap pada akhir tahun 2007. Tetapi tidak ada petugas CIA yang didakwa karena kasus ini. 

New York Times | Abdul Manan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.