CIA Sembunyikan Bukti Sejarah Pembunuhan Kennedy, Isinya Mengejutkan

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA menyembunyikan bukti sejarah terkait pelaku pembunuhan John F Kennedy (JFK). Lee Harvey Oswald yang menembak presiden AS tersebut pada 1963 terlibat dalam operasi rahasia anti-Kuba beberapa bulan sebelum pembunuhan. Demikian diklaim jurnalis Jefferson Morley.

Morley yang merupakan peneliti ternama Kennedy mengatakan dalam konferensi pers pada Senin, CIA tidak hanya mengetahui aktivitas Oswald, tapi juga tidak pernah menginformasikan kepada Komisi Warren, badan independen yang menyelidiki pembunuhan Kennedy terkait informasi tersebut. Bahkan CIA membantah mereka mengetahui hal tersebut.

"Apa yang CIA sembunyikan memang itulah yang selalu mereka tutupi, yaitu sumber-sumber dan metode mereka karena berkaitan dengan Lee Harvey Oswald," jelasnya, dikutip dari Russia Today, Kamis (8/12).

"Kita membicarakan soal bukti yang jelas soal operasi CIA melibatkan Lee Harvey Oswald," lanjutnya.

Menurut Morley, Oswald terlibat dalam sebuah operasi yang bertujuan mendiskreditkan orang Amerika yang mendukung pemimpin komunis Kuba, Fidel Castro.

Klaim Mosley ini berbasis pada arsip agen CIA, George Joannides, yang bekerja untuk kelompok orang buangan anti-Castro.

Sedikitnya 44 dokumen dalam arsip Joannides masih dirahasiakan oleh CIA dan ini dapat memberikan pemahaman lebih jauh terkait upaya untuk menampilkan Oswald sebagai sosok pro-Castro.

Pada Oktober lalu, Mary Ferrell Foundation menggugat pemerintahan Joe Biden dan Arsip Nasional dengan tuntutan merilis 16.000 dokumen rahasia terkait pembunuhan JFK yang pernah diperintahkan untuk dibuka oleh mantan presiden Bill Clinton pada 1992.

Morley juga sebelumnya menggugat CIA untuk membuka arsip Joannides, tapi gagal.

JFK berselisih dengan CIA beberapa bulan sebelum kematiannya karena Krisis Rudal Kuba dan invasi Teluk Babi, yang dinilai JFK sebagai upaya CIA mengarahkan AS berperang dengan Kuba. Badan tersebut terlibat dalam gerakan anti-Castro di AS, dan Oswald, yang kembali ke AS pada 1962 setelah membelot ke Uni Soviet 2,5 tahun sebelumnya, terlibat dalam gerakan "Fair Play for Cuba". [pan]