Cina Setuju Negara Berkembang Ikut Atasi Emisi  

TEMPO Interaktif, Durban - Delegasi Cina, Xie Zhenhua, akan menerima kesepakatan jalan tengah dengan melibatkan negara berkembang dalam mengelola emisi gas rumah kaca. Cina pun setuju jika revisi Protokol Kyoto dilakukan pada 2020. "Saya kira setelah 2020, kita bisa negosiasi lagi legalitasnya," katanya kepada sejumlah lembaga swadaya masyarakat dalam KTT Perubahan Iklim di Afrika Selatan, Senin, 5 Desember 2011.

Cina mulai melunak atas tuntutan Uni Eropa agar melibatkan negara berkembang yang menyumbang hampir setengah emisi karbon saat ini. Sebelumnya, hanya negara kaya yang memiliki komitmen mengurangi emisi karbon. Alasan krisis keuanganlah yang menjadi dasar penolakan. Cina pun sempat mendesak negara kaya memperbarui komitmen Protokol Kyoto yang akan habis masa berlakunya pada 2012.

Xie mengatakan, Cina memiliki 122 juta orang hidup dengan kurang dari satu dolar sehari. Beijing akan terus meningkatkan upaya mengatasi perubahan iklim dengan sejumlah langkah. Cina juga menyinggung dana bantuan US$ 30 miliar harus diserahkan. "Jadi, yang disebut upaya cepat iklim pembiayaan untuk negara-negara miskin sebesar US$ 30 miliar untuk periode 2010-2012 juga segera diserahkan," kata Xie menyindir.

Amerika Serikat, Kanada, dan India belum mau menanggapi usulan ini. Sedangkan tuan rumah, Afrika Selatan, dan Brasil membuka pintu yang lebar kepada kesepakatan baru.

DAWN.COM | EKO ARI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.