Cina Tentang Perubahan Paksa Pemerintah Suriah

Beijing (AFP/ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri Cina Zhai Jun menyatakan Beijing menentang campur tangan bersenjata dan memaksa pergantian penguasa di Suriah.

Ia menyatakan itu sehari sebelum menuju Damaskus untuk mendorong pengakhiran kemelut di sana.

Cina dan Rusia menghadapi rentetan kecaman, karena menghalangi resolusi Dewan Keamanan Perserikatan bangsa-bangsa, yang mengutuk tindakan keras terhadap pengunjukrasa di Suriah, termasuk dari negara Arab, yang biasa berhubungan baik dengan Beijing.

"Kami mendesak pemerintah Suriah dan semua partai politik segera dan sepenuhnya mengakhiri semua kekerasan dan dengan cepat memulihkan ketenangan dan ketertiban umum," kata Zhai, yang akan mengunjungi negara Timur Tengah pada 17-18 Februari.

"Cina mengutuk semua kekerasan terhadap warga tak berdosa dan tidak menyetujui camur tangan bersenjata atau memaksa yang disebut perubahan penguasa," katanya seperti dikutip kantor berita resmi Xinhua.

Juru bicara kementerian luar negeri Liu Weimin kepada wartawan menyatakan Zhai akan bertukar pandangan dengan pemerintah Suriah dan pihak terkait di negara bergolak itu tentang keadaan saat ini untuk mendorong penyelesaian secara damai dan tepat kemelut itu.

Kunjungannya itu diumumkan hanya beberapa hari setelah diplomat Cina bertemu dengan ketua Liga Arab untuk membahas kemelut tersebut. Utusan lain juga segera ke Timur Tengah.

Li Huaxin ke Mesir pada Jumat untuk bertemu dengan pejabat kementerian luar negeri dan mengadakan pembicaraan dengan Nabil Araby, ketua Liga Arab, pada Senin guna menjelaskan alasan Beijing memveto resolusi itu.

Li, duta besar Beijing untuk Suriah sampai tahun lalu, akan ke Arab Saudi dan Qatar untuk memaprkan lebih lanjut sikap Cina terhadap Suriah, kata Liu sebelumnya.

Utusan khusus Cina untuk Timur Tengah Wu Sike juga akan ke Israel, wilayah Palestina dan Yordania pada 19-23 Februari untuk memperluas kedudukan Beijing tentang Suriah.

Cina berulangkali membela keputusannya memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu, dengan menyatakan tidak akan melindungi pemerintah Presiden Bashar Assad dan bahwa perhatian utamanya adalah mencegah kekerasan lebih lanjut.

Beijing pada pekan lalu menyatakan telah mengadakan pembicaraan dengan kelompok kunci lawan Suriah, Badan Penggalangan Bangsa untuk Perubahan Demokratik, yang dikatakannya mendesak Cina memainkan peran lebih besar dalam menyelesaikan kemelut Suriah.

Liu pada Kamis menyatakan Zhai akan menyampaikan pesan kepada Suriah bahwa Cina mengharapkan penyelesaian secara damai dan tepat kemelut itu dan Cina akan memainkan peran membangun dalam penengahan.

Tiga belas negara menyetujui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu, yang bertujuan memberikan dukungan kuat kepada rencana Liga Arab mengakhiri tindakan keras pemerintah terhadap pengunjukrasa.

Lebih dari 6.000 orang tewas dalam hampir satu tahun pergolakan di Suriah, kata lawan, saat penguasa garis keras Assad berusaha memadamkan pemberontakan, yang dimulai dengan unjukrasa damai pada Maret 2011 di tengah Kebangkitan Arab.

Assad pada Rabu menyeru penentuan pendapat rakyat bagi undang-undang dasar pada akhir Februari, yang akan mengakhiri hampir 50 tahun kekuasaan partai tunggal, yang pengecamnya lihat sebagai langkah untuk menenangkan kemarahan antarbangsa, yang terus meningkat atas pertumpahan darah tersebut. (rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.