Cincin Olimpiade Raksasa Terpasang Lagi di Tokyo

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 1 menit

VIVA – Satu rangkaian cincin Olimpiade raksasa kembali terpasang di tepi laut Tokyo, Selasa 1 Desember 2020. Pemerintah Jepang berharap simbol ikonik itu bisa membantu membangun antusiasme publik mengikuti Olimpiade yang tertunda akibat virus corona.

Uji coba vaksin yang menjanjikan telah menaikkan asa Tokyo dalam menyelenggarakan Olimpiade yang akan dibuka 23 Juli 2021 mendatang setelah pandemi COVID-19 memaksa kompetisi multi event ini batal dari jadwal semula tahun ini.

Cincin saling berkaitan seberat 69 ton itu dipasang di area Teluk Odaiba di Tokyo awal tahun ini saat kota tersebut mulai hitung mundur Olimpiade, tetapi dibongkar Agustus 2020 lalu untuk dirawat dan untuk keperluan inspeksi.

Cincin itu kembali Selasa dengan lapisan cat yang baru dan bakal menyala pada malam hari.

"Kita bekerja sangat keras sampai kita bisa menggelar Olimpiade di mana rakyat merasa aman," kata pejabat pemerintah kota Tokyo, Atsushi Yanashimizu kepada wartawan seperti dikutip AFP.

"Dengan pemasangan simbol Olimpiade ini, kami ingin lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan bahwa acara itu bakal segera tiba dan dan merasa bersemangat karenanya."

Sebuah jajak pendapat Juli silam menunjukkan bahwa hanya satu dari empat warga Jepang yang ingin menyaksikan Olimpiade diadakan pada 2021. Sebagian besar malah mendukung ditunda atau bahkan sama sekali dibatalkan.

Juga ada laporan mengenai kekhawatiran di kalangan sponsor karena panitia penyelenggara bungkam mengenai berapa banyak yang akan memperpanjang kontrak mereka.

Para pejabat Olimpiade dan Jepang menyatakan tetap berkomitmen menyelenggarakan Olimpiade tahun depan dan ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach mengatakan di Tokyo bulan lalu dia "amat sangat yakin" bahwa penonton bisa hadir.

Cincin itu akan tetap di tempatnya sampai akhir Olimpiade dan kemudian akan diganti dengan simbol Paralimpiade pertengahan Agustus 2021.

"Kami ingin banyak orang yang datang ke sini dan menyaksikan serta merasakan momentumnya, sambil berhati-hati tentang pencegahan virus," kata Yanashimizu. (Ant)