Cinta Beda Suku Tak Seharusnya Menghalangi Dua Insan untuk Bersatu

·Bacaan 9 menit

Fimela.com, Jakarta Kita semua pernah punya pengalaman atau kisah tentang cinta. Kita pun bisa memaknai arti cinta berdasarkan semua cerita yang pernah kita miliki sendiri. Ada tawa, air mata, kebahagiaan, kesedihan, dan berbagai suka duka yang mewarnai cinta. Kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Februari 2021: Seribu Kali Cinta ini menghadirkan sesuatu yang baru tentang cinta. Semoga ada inspirasi atau pelajaran berharga yang bisa dipetik dari tulisan ini.

***

Oleh: Maria Yorusa

Hai, Sahabat Fimela kembali lagi di dalam artikel yang kubuat yang mengambil tema tentang kisah cintaku dengan kekasihku yang sekarang, Joshua Dean Tambunan. Yang aku sendiri tak menyangka bahwa di ujung penantianku untuk mendapatkan kisah cinta sejati yang bersama dirinya.

Awalnya aku pikir bahwa aku tak bersamanya untuk hari ke depan. Namun sepertinya semesta berkehendak lain denganku. Seolah ketika aku dipasangkan dengan kekasih yang sudah beda suku, beda kebudayaan dan beda cara pandang atau cara berpikir aku dengannya mampu saling mencintai dan saling melengkapi satu sama lain hingga akhir hayat. Dan ini awal kisah cinta kami berdua yang membuatku dan pembaca cerita ini akan kembali throwback ke masa-masa remajaku hingga aku yang menjelang dewasa ini.

Masih aku ingat di saat aku jadi siswi akhir masa SD-ku alias di kelas 6. Saat itu aku sangat menyukai band lokal Indonesia yaitu Last Child yang lagu-lagunya dari band ini selalu mewakili isi hatiku yang saat itu aku menjelang SMP dan begitu banyak gejolak emosi di dalam diriku yang masih sangat labil saat itu (dan vokalis band tersebut ternyata masih satu marga dengan pacarku yaitu masih sama-sama keluarga Tambunan!).

Selain itu mata pelajaran yang aku sangat sukai yaitu kesenian dan IPS yang kebanyakkan membahas mengenai ASEAN dan di situ aku sempat bercita-cita untuk masuk Jurusan Hukum nanti ketika aku kuliah agar aku bisa menjadi Sekretaris Jenderal ASEAN di masa yang akan datang. Tapi aku saat ini tidak jadi kuliah Hukum karena aku lebih menyukai dunia fashion yang glamour dan aku mahasiswi Desain Busana saat ini. Dan saat itu aku sangat mengidam-idamkan bisa menikah dengan lelaki Batak yang menurutku jauh lebih berwibawa dengan karakternya yang tegas namun berhati lembut. Selain itu aku termasuk penggemar berat dari aktor plus musisi cilik yang sekarang sudah dewasa yaitu Joshua Suherman. Hmmm apa bisa jadi ya? Saat itu aku mulai memiliki rasa kagum apalagi rasa ketertarikanku terhadap dirinya hanya saja aku kurang menyadarinya saat itu.

Selepas aku SD, aku pun menjalankan masa-masa SMPku alias masa remajaku yang begitu membosankan. Dan aku pun saat itu sangat aktif dalam kegiatan modelling-ku di daerah Pondok Gede yang membuatku harus les modelling setiap hari Jumat di sana. Hingga pada akhirnya ketika aku fashion show untuk acara di sangga, saat itu aku bertemu dengan temannya coach modellingku saat itu yang merekomendasikan aku untuk pindah ke management modelling punyanya coach Edo di Kota Wisata Cibubur.

Tetapi aku dan temanku saat itu belum ingin pindah dan aku memutuskan untuk stay di Pondok Gede untuk karir modelku. Aku sebenarnya saat itu juga mengagumi cowok-cowok Batak di sekolahku saat itu. Namun aku sedang tak ingin berpacaran karena aku hanya menikmati masa-masa remajaku bersama sahabatku.

Hingga bulan Januari tahun 2015 aku dan sahabat modelku, Tika untuk pindah ke management modelling yang berada di Kota Wisata Cibubur. Nah disini aku mulai bisa bertemu dengan lelaki yang aku sebutkan kriteria di alinea 1. Yang tak lain dan tak bukan dia kekasihku sekarang. Pastinya bingung kan? Begini aku jelaskan dulu secara rinci.

Jadi dulu Joshua yaitu pacarku SMAnya di Bunda Hati Kudus, Kota Wisata dan dirinya mengenal coach Edo dan coach Surya yaitu guru modelingku. Otomatis di setiap ada kabar pertunjukkan job fashion show-ku dia selalu sempatin datang dan melihatku hanya berjalan di catwalk. Sebenarnya aku mengetahui dan menyadari kehadiran seorang fanboy-ku ini tapi aku memilih untuk diam dan dia tak berani dekat denganku, karena suatu alasan yang tak bisa disebutkan.

Hingga hal ini berlanjut ketika aku kelas 9 saat itu aku memutuskan untuk merantau ke Jogja. Sebenarnya sebelum memutuskan untuk sekolah di Jogja aku sempat kepikiran untuk bersekolah di SMA BHK namun karena berbagai pertimbangan jarak tempuh dan biaya yang mahal aku tidak jadi bersekolah disana. Padahal itu hanya karena agar aku bisa dekat dengan sekolah modelling ku. Fyi disini aku posisinya sudah pindah management ke coach Surya karena suatu permasalahan di coach Edo sebelumnya.

Hingga ketika aku selepas SMP aku bersekolah dan berasrama di SMA Sang Timur. Ketika sudah cukup lama aku bersekolah di sini aku dan beberapa kakak asramaku dipanggil oleh sekolah untuk menghadiri acara Pra-AYD 2017 menjadi awal aku dan dia sempat berpapasan dan saling menatap tanpa berkata sepatah katapun, tapi sayang aku saat itu ada hati yang harus kujaga.

Setelah acara Pra-AYD dan pas hari H AYD 2017 aku tak melihat lagi dirinya. Entah mengapa aku merasakan kesedihan waktu itu. Padahal aku tak ada perasaan terhadap lelaki itu. Namun setelah tak lama aku putus dari kekasihku waktu itu. Tiba-tiba saja ada perubahan hidupku yaitu aku semakin sering diganggui oleh anak asrama putra, lebih tepatnya aku sering dibully waktu itu. Namun ada cowok yang sering membullyku dengan cara yang aneh dan tak wajar. Kenapa aku bilang begitu? Karena dia selalu ingin mengorek-orek informasi tentangku.

Mulai dari sifat burukku dan hal-hal yang tidak aku sukai. Bahkan ketika aku mulai ikut berbagai ekskul di sekolahku salah satunya dance karena aku hobi dance waktu itu hingga aku sempat tampil di dua acara. Gereja di waktu yang berbeda juga. Kenapa? Karena di gereja sebelumnya saat itu aku pacaran dengan seorang cowok dari kelas IPA (karena toxic relationship aku memutuskan hubunganku dengan dia) dan setelah itu aku berpacaran dengan orang lain (waktu itu aku LDR). Dan di setiap event dance waktu itu aku selalu melihat temanku yang menggodaku dengan cara yang aneh atau freak ini membawa cowok yang waktu itu aku lihat dia di acara Pra-AYD 2017.

Sesaat aku berpikir apa maksudnya cowok ini selalu menjadi penonton setia di setiap performers? Dia menyukaiku kan? Atau ada maksud yang lain? Mungkin secara tak sadar aku tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Namun, hal ini yang menjadi sebuah teka teki di alam bawah sadar. Lalu setelah semester 2 kelas 10 aku sudah jarang ikut modern dance dan lebih cenderung dance tradisional. Hingga setelah aku kenaikkan kelas 11 aku sempat dekat dengan lelaki yang calon mahasiswa Hukum di salah satu PTS di Jakarta. Namun karena adanya ketidakcocokan di antara kami hingga aku memutuskan untuk berpisah.

Setelah itu aku menjalani hari-hariku yang begitu membosankan di masa-masa SMAku dengan menjalani berbagai hubungan yang menurutku masih abu-abu dengan cowok-cowok lain. Hingga ketika bulan Maret pas aku mendapatkan kunjungan orang tuaku yaitu dari Ibu dan Omaku yang ke Jogja bertujuan untuk bertemu denganku. Pada hari minggunya kami bertiga beribadah misa di Kapel Sang Timur, ketika aku duduk dikursi aku merasakan bahwa ada seseorang yang diam-diam memperhatikanku. Namun aku lagi-lagi bersikap tidak peka sehingga aku tidak terlalu memperhatikannya.

Setelah aku misa bersama orang tuaku aku melakukan kegiatan yang menghabiskan waktuku bersama sebelum mereka kembali ke Jakarta. Setelah itu hari-hariku dipenuhi oleh ujian-ujian sebelum kelulusan SMA. Kecuali Ujian Nasional kenapa? yang pastinya karena pandemic Covid-19 yang membatalkan seluruh kegiatan termasuk Ujian Nasional. Setelah pengumuman tersebut dari Bapak Menteri dan Kebudayaan, aku, teman asramaku, Giacinta dan adikku Enggar yang baru kelas 10 memutuskan untuk pulang ke Jakarta dengan dijemput oleh ayah dan ibuku.

Menemukan Dirinya

Ilustrasi/copyright shutterstock
Ilustrasi/copyright shutterstock

Selama aku di Jakarta, aku hanya berkegiatan di rumah saja sampai hari H pengumuman kelulusan Angkatan 2020. Setelah hari H pengumuman aku mendaftarkan diri ke salah satu PTS di Jakarta yaitu di STDI dengan mengambil jurusan Desain Busana. Dan syukurnya aku bisa diterima waktu itu.

Untuk soal percintaanku aku sempat dekat dengan beberapa lelaki namun sayangnya di antara mereka gak ada yang cocok buatku. Tetapi pada tanggal 23 April aku berpacaran dengan lelaki yang bernama Eko (nama samaran). Aku mengenalinya dari sahabat baikku di Jogja dulu. Aku dan dia bisa saling mencintai dan sudah saling mengenal sebelumnya. Namun karena ibuku tidak merestui hubungan kami yang membuat kami berpisah secara baik-baik.

Padahal melalui dialah aku bisa belajar banyak hal bahkan dialah yang membuatku tobat dari sifatku yang sukanya mempermainkan cinta jadi aku tak ingin lagi main-main soal cinta. Di tengah aku merasakan galau yang luar biasa itu, aku mencoba untuk mencari kekasih melalui platfrom di Instagram khusus para muda-mudi Gereja. Sebenarnya saat itu motivasiku bukan mencari jodoh tetapi ingin mencari sahabat yang bisa melengkapi kisah hidupku.

Tiba-tiba saja ada seseorang yang mem-follow Instagramku. Sepertinya dia dari platfrom yang aku pasang profilku deh!. Sebelum aku meng-chat dia, dia tiba-tiba saja sudah mengchat aku melalui DM. Setelah berbasa-basi dia meminta nomor WhatsAppku. Karena dia memintanya akhirnya aku memberikan nomor hapeku ke dia. Tetapi ketika dia chat aku di WA, dia tiba-tiba saja Joshua Dean Tambunan menyatakan cinta kepadaku.

Sebenarnya aku cukup kaget mengapa dia menyatakan cinta secepat ini? Apalagi kondisku masih patah hati saat itu. Setelah dia menjelaskan segalanya tentang bagaimana caranya dia memandangku dan menganggumiku dari jauh. Mulai dari dia melihat media sosialku hingga dia sering datang ke pertunjukkan showku hanya ingin melihatku. Dan bagaimana dia datang ke acara Pra-AYD dan AYD 2017 agar bisa bertemu denganku walau hanya sesaat, bahkan dia sengaja menyuruh temanku sekelas hanya untuk menggangguku!

Setelah aku mendengarkan penjelasannya yang membuatku berpikir lebih baik aku mencoba untuk menjalaninya terlebih dahulu dengan dirinya. Menurutku hal yang patut disyukuri adalah aku dengan dirinya langgeng hingga ke detik ini. Meski banyak perdebatan dan sering adanya pertengkaran, namun dia selalu memiliki cara untuk meluluhkan hatiku.

Teruntuk kekasih hatiku, Joshua Dean Tambunan, terima kasih telah sabar dalam menghadapiku yang memiliki emosi yang penuh gejolak ini. Tanpa PDKT-pun kau bisa membuatku semakin mengenal dirimu. Bagiku kaulah penggembaran diriku secara garis besar di hidupku. Aku semakin mantap untuk mempersiapkan diri menuju hidup bersamamu agar nantinya aku tidak lagi terkejut sewaktu engkau meminangku.

Duhai Sayangku, terima kasih sudah tujuh bulan kita bersama dan aku berharap kau dan aku selalu bersatu dan bersama hingga menjadi debu nanti. Aku mencintaimu seumur hidupku. Satu pesanku kepada pembaca jadilah dirimu sendiri sewaktu mencari jodoh, karena dari dia aku bisa jadi diriku sendiri didepan dia.

Yang pasti pekalah kepada sekitarmu siapa tau di antara mereka memang ada yang ingin hidup bersama denganmu. "Cinta beda suku sebenarnya tidak menghalangi dua insan untuk saling mencintai yang terpenting adalah mampu saling melengkapi hari-hari dihidup ini hingga menjadi debu nanti," ini kata-kata dari Yorusa untuk Joshua. Selalu kusebut namamu dalam setiap pintaku.

#ElevateWomen