Cinta dan Senyuman Ibu adalah Rahasia Keberhasilanku Saat Ini

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Selalu ada cerita di balik setiap senyuman, terutama senyuman seorang ibu. Dalam hidup, kita pasti punya cerita yang berkesan tentang ibu kita tercinta. Bagi yang saat ini sudah menjadi ibu, kita pun punya pengalaman tersendiri terkait senyuman yang kita berikan untuk orang-orang tersayang kita. Menceritakan sosok ibu selalu menghadirkan sesuatu yang istimewa di hati kita bersama. Seperti tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba Cerita Senyum Ibu berikut ini.

***

Oleh: Elsa Malinda

Sungguh, terkadang kasih sayang ibu tak betul-betul kita rasakan dengan hati karena menganggapnya sebagai hal yang wajar. Hal yang terus ibu curahkan setiap waktu, sampai-sampai kita merasa tidak perlu merasa tersentuh karena memang pantas mendapatkannya. Lebih parahnya lagi, kita tak jarang suka melupakan apa saja kebaikan kecil yang beliau beri untuk kita hari ini. Mungkin kita akan mengingatnya dengan air mata berlinang ketika motivator menyuruh kita mengenang jasa ibu, atau saat kita sedang jatuh sedalam-dalamnya ke dalam sebuah lubang cobaan hidup. Ketika itulah, rasanya kehadiran ibu sangat berpengaruh dan begitu berarti.

Sebagai perempuan yang pernah menginjak usia anak-anak dan remaja yang labil dan keras kepala, aku juga pernah merasakan hal yang aku sebutkan sebelumnya. Aku tak menyadari setiap cinta yang ibuku berikan pada hal-hal kecil: berusaha memberikan makanan terbaik pada kami sehingga rela memakan setiap bagian yang gosong, maju dengan gagah berani melawan kecoa yang membuat anak-anaknya berteriak di kamar mandi, menegur siapa saja yang mengganggu kami karena tak ingin anaknya merasa sendirian ketika dirisak, dan lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan keluarga daripada membeli tanaman hias yang beliau sukai. Pada saat itu, aku bahkan tak tahu seberapa sering ibuku tersenyum.

Menginjak usia dewasa, aku mulai merasakan betapa hebatnya ibuku, yang sukses membesarkan kedua putrinya dengan menjadi contoh luar biasa bagi kami. Aku tahu pahlawan wanita dengan kekuatan super di film-film itu selalu tampak keren, tapi bagiku Ibu adalah wanita terkuat. Ibu tak perlu bisa karate atau silat, tapi aku yakin Ibu akan berada di barisan paling depan jika ada orang yang berbuat jahat. Namun Ibu juga akan berubah menjadi hakim yang adil jika anaknya yang berbuat salah, dan menyuruh kami untuk berani meminta maaf serta mengajarkan pentingnya menjaga perasaan orang lain. Dari Ibu aku belajar tentang menjadi manusia, dan dari beliau pula aku sadar betapa kasih sayang murni dan tak terbatas itu benar adanya. Ketika aku menyadari hal itu, aku mulai menghargai senyuman ibuku.

Bertekad untuk Membahagiakannya

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Dragon+Images
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Dragon+Images

Melihat teman-teman telah menikah dan memiliki buah hati, membuatku berpikir bahwa aku telah memasuki fase kehidupan dewasa sesungguhnya. Entah berapa lama lagi waktu yang kumiliki hingga memiliki keluarga sendiri.

Jika aku sudah memiliki kesibukan sebagai seorang istri dan ibu, aku pasti akan merindukan hal-hal yang sudah jadi kebiasaan antara kami: mengobrol sambil menyiangi sayur di dapur, menjelaskan pada Ibu tentang alur cerita dan tokoh di drama yang sedang tayang, melempar lelucon yang membuat kami berdua tertawa, menceritakan impian-impianku padanya, atau sekadar menikmati kebun bunga Ibu lalu memuji betapa terampilnya beliau bisa merawat tanaman-tanaman cantik itu. Biasanya di momen-momen itu Ibu sering tersenyum. Melihatnya membuatku lega. Tampaknya Ibu saat ini memang lebih bahagia. Karena anak-anaknya sudah bisa mengurus diri sendiri, beliau jadi lebih memiliki waktu untuk melakukan apa yang membuatnya senang.

Di antara semua hal yang membuat ibuku bahagia, ada satu hal yang paling ibuku sukai dan banggakan dari dirinya: fakta bahwa seluruh hidupnya telah dicurahkan sepenuhnya pada keluarga. “Setiap pengorbanan pasti ada buahnya,” begitu kata ibuku setiap mengenang pengorbanan beliau pada kami. Baginya, setiap bentuk kasih sayang itu akan merekatkan hubungan yang sangat berharga di antara kami. Bagiku, setiap bentuk cinta dari beliau itu adalah rahasia keberhasilanku saat ini. Aku tidak bisa menjadi diriku yang sekarang tanpa ibuku.

Sungguh, terkadang kasih sayang ibu tak betul-betul kita rasakan dengan hati karena menganggapnya sebagai hal yang wajar. Tapi kalau kita mau berhenti sejenak dan berpikir, apa kiranya yang dapat membuat ibuku tersenyum dan bahagia hari ini, pasti kita bisa merasakan cintanya di setiap embusan napas. Dan, aku pun bertekad akan terus menjadi salah satu alasan di balik senyuman itu.

#ChangeMaker