Cinta di masa Covid: kembali berciuman di TV, meski di tengah pandemi

·Bacaan 3 menit

Chinchiná (AFP) - Lusinan petani yang memakai masker wajah, tampak tidak bergerak di bawah terik matahari tengah hari di sebuah perkebunan kopi di Kolombia tengah.

Tiba-tiba sebuah suara berteriak: "Masker wajah harap dilepas, kita akan merekam!"

Opera sabun pada tayangan siang hari yang populer di Kolombia - yang dikenal sebagai telenovela di Amerika Latin - mulai menggeliat dan terpaksa aktif kembali setelah terhenti akibat pandemi virus corona.

Tapi setelah enam bulan tidak beraktivitas, mereka kembali dalam semua kemegahan mereka yang sempat hilang dan klise - termasuk ciuman.

Difilmkan di wilayah Caldas barat tengah, pengambilan sinetron berjudul "Kopi dengan Aroma Wanita" (Coffee with the Scent of Woman) itu berlangsung di bawah batasan ketat dalam hal kapasitas staf, penggunaan masker, alat pelindung diri, dan pengujian Covid-19 secara teratur.

Pengambilan gambar itu dibatasi oleh anggaran yang berkurang dan risiko kembali lokcdown - sangat jauh dari romantisme karakter dan alur ceritanya.

Jarak sosial hampir mustahil dilakukan dalam industri yang mengandalkan kontak dekat, baik di antara aktor atau dalam interaksinya maupun dengan tata rias atau penata busana.

Ada juga puluhan orang yang bekerja dalam jarak dekat di belakang kamera.

Aktor Laura Londono dan William Levy, para bintang "Coffee", berbicara satu sama lain tanpa masker, hanya terpisah beberapa sentimeter saat romansa antara karakter mereka Paloma dan Sebastian mulai bertaburan ke permukaan.

"Jika kami astronot, kami akan memiliki jarak yang berbeda tetapi kami aktor, kami bekerja dengan suara dan tubuh," kata Katherine Velez, yang berperan sebagai ibu Paloma, Carmenza.

Untuk memastikan keamanan, seluruh staf produksi mengikuti tes Covid setiap Senin dan kebanyakan dari mereka tinggal di pertanian yang berfungsi ganda sebagai lokasi pengambilan gambar.

Kolombia telah mencatat lebih dari 1,5 juta kasus virus corona dan lebih dari 42.000 kematian.

"Coffee" adalah adaptasi modern dari opera sabun terkenal yang ditulis pada 1990-an oleh penulis skenario Kolombia Fernando Gaitan, yang menulis telenovela asli yang menginspirasi serial "Ugly Betty" yang sangat populer di AS.

Syuting sebenarnya direncanakan sejak April tetapi pandemi telah membuyarkannya

"Hanya 10 hari sebelum dimulai ... kami dikurung selama hampir enam bulan," kata Yalile Giordanelli, produser eksekutif acara tersebut.

Ketika itu, sebanyak 270 staf produksi telah berada di lokasi untuk memulai proses pengambilan gambar.

"Kami disuruh berkemas dan pulang, tapi saat itu hanya sementara," kata make up artist Adriana Ortiz. "Seiring waktu berlalu, segalanya menjadi suram."

Saluran televisi RCN yang akan menayangkan "Kopi" terus membayar gaji yang jumlahnya dikurangi selama bulan-bulan penguncian.

"Kami harus mengencangkan ikat pinggang," kata Ortiz, 54 tahun.

Namun, pandemi ini benar-benar membuat industri seni dan hiburan berada dalam kondisi sekarat.

Departemen statistik nasional mengatakan lebih dari 200.000 pekerjaan hilang di industri ini antara Oktober 2019 dan bulan yang sama tahun ini.

Asosiasi media dan komunikasi nasional mengatakan bahwa saluran televisi RCN dan Caracol harus membatalkan 38 produksi di antara mereka setelah Kolombia memberlakukan penguncian pada Maret.

Kolombia mulai mencabut pembatasan penguncian pada September dan perusahaan produksi mulai secara bertahap kembali bekerja di bawah protokol yang ketat.

Namun, staf produksi tidak berada dalam gelembung dan semua orang diizinkan pulang pada akhir pekan untuk mengunjungi keluarga mereka.

Melakukan tes virus kepada semua orang ketika mereka kembali itu mahal, tetapi Giordanelli mengatakan itu adalah harga yang pantas dibayar karena kasus positif apa pun dapat berarti para aktor harus tetap berada dalam isolasi, sehingga menunda pembuatan film.

Sutradara Mauricio Cruz mengatakan pengujian itu penting untuk memberikan kepercayaan kepada para aktor yang bekerja erat satu sama lain.

"Kemarin kami melakukan adegan ciuman untuk beberapa materi promosi ... tes virus dilakukan sehari sebelumnya ... kami sangat aman," kata Cruz.

Tapi tidak mungkin untuk sepenuhnya melindungi pemeran dari virus, kata Velez.

Tapi begitu kamera merekam, "semua orang tidak menggunakan masker wajah, dengan keyakinan bahwa produksi dapat mengendalikan situasi sebanyak mungkin."

Dunia telenovela di Kolombia memang penuh dengan kontradiksi.

"Karena orang terkurung di rumah, mereka menonton lebih banyak televisi ... tetapi di sisi lain, industri secara umum, perusahaan, ... telah berhenti berinvestasi dalam periklanan karena krisis ekonomi yang melanda negara, kata Giordanelli.

Ini berarti produksi televisi memiliki anggaran yang lebih kecil sementara pandemi telah mendorong biaya logistik.

Namun, virus tersebut tidak hanya mengganggu pendapatan dan jadwal, tetapi juga memengaruhi alur cerita

Penulis naskah dipaksa untuk menulis ulang adegan yang melibatkan pesta atau acara sosial besar dengan pertemuan keluarga yang lebih kecil.