Cinta Lingkungan, Supeltas Rela Cabuti Paku di Pohon

Sejumlah anggota Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) melakukan aksi cabut paku. Sasaran mereka adalah pohon-pohon yang berada di sisi kiri dan kanan jalan Slamet Riyadi.

Aksi bersih-bersih tersebut dilakukan saat Car Free Day (CFD), Minggu (10/2/2013) pagi. Para supletas mengenakan seragam sehari-hari yang biasa digunakan untuk mengatur lalu lintas. Busana itu yakni rompi hijau pupus, kemeja biru, dan topi yang semuanya bertuliskan Supeltas.

"Supeltas juga cinta lingkungan. Kami tunjukkan dengan membersihkan paku yang menancap di pohon," kata Hari Sudarmaji, salah seorang anggota supeltas. Mereka membawa senjata linggis, tang, dan palu untuk mencabuti palu. Sementara untuk wadah paku, hanya menggunakan bungkus rokok bekas yang ditemukan di jalan.

Hari dan rekannya tampak kewalahan. Sebab, jumlah paku yang menancap cukup banyak. Bahkan kadang dalam satu pohon mereka menemukan lima buah paku. Paku-paku itu bekas digunakan untuk menancapkan reklame liar. "Agak susah dicabut karena pakunya sudah lama menancap," kata pria yang biasanya mengatur lalu linta di dekat perlintasan kereta Purwosari ini.

Aksi mencabut paku itu dilakukan dari depan kantor Satlantas Polresta Solo hingga kawasan Ngarsopura. Jarak kedua titik itu sekitar 2 kilometer dengan jumlah pohon mencapai puluhan. Kadang saat kesulitan, satu paku harus dicabut oleh dua orang. "Paku ini juga sampah yang mengganggu pohon. Kami harap masyarakat sadar untuk tak menancapkan paku sembarangan ke pohon," kata Widodo, supeltas lainnya.

  • Kenapa Akbar Faisal Tinggalkan Gaji Rp 60 Juta?
  • Akbar Faisal: Saya Tinggalkan Zona Nyaman
  • Alasan Akbar Faisal ke Partai Nasdem
  • Truk Tidak Bisa Menanjak Mahasiswa Unhas Jadi Korban
  • Guru Penghina Bupati Pangkep di Mata Rekan-rekannya
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.