Cinta Mati Raja Intel Kopassus Bermuka Sangar kepada Pramugari Cantik

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Masih ingat dengan sosok mantan Panglima TNI yang pernah dibentak oleh anggora Korps Marinir TNI Angkatan Laut gara-gara salah parkir? Ya, dia adalah Jenderal TNI (Purn.) Leonardus Benyamin Moerdani, mendiang Purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat yang berasal dari satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Jenderal yang akrab disapa Benny Moerdani ini dikenal dingin dan misterius. Maklum saja, walaupun kenyang dengan pengalaman tempur di sejumlah palagan, Benny adalah seorang perwira intelijen. Hal ini lah yang menjadikan dirinya tak banyak dikenal oleh publik. Bahkan, ia tak terlalu dikenal prajurit TNI sekali pun.

Karena sangat jarang terekspos media, sudah tentu tak terlalu banyak diketahui kehidupan seorang Benny. Namun demikian, ternyata ada sepenggal kisah cinta Benny saat masih berpangkat Letnan Dua (Letda) TNI dengan seorang wanita cantik bernama Hartini.

Dikutip VIVA Militer dalam buku "Benny Moerdani yang Belum Terungkap", disebut bahwa Hartini adalah seorang wanita cantik yang berprofesi sebagai pramugari di maskapai nasional, Garuda Indonesia.

Hartini adalah cinta sejati buat Benny. Sebaliknya, Hartini juga sangat menyayangi Benny sang kekasih. Namun demikian, Hartini sudah harus menerima kenyataan bahwa ia berpacaran dengan seorang prajurit TNI, dari satuan elite pula.

Jadi, Hartini dan Benny sudah tentu jarang melewati momen bersama. Pasalnya, Benny lebih banyak menghabiskan waktunya menjalankan tugasnya di medan tempur dan perannya sebagai perwira intelijen TNI.

Benny yang merupakan mantan Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamptib) di era Presiden Republik Indonesia (RI) kedua, Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto, kerap menghilang.

Saat mendapat perintah melaksanakan tugas, Benny sering tak memberi kabar kepada Hartini. Hal ini dilakukan Benny karena tugas seorang intelijen sangat rahasia, dan tak boleh diketahui siapapun. Tak terkecuali Hartini sang pacar. Namun, Hartini tetap tegar dan sabar menanti kepulangan Benny dari tugasnya.

Meskipun jarang bersama saat pacaran, Benny menunjukkan sikap seorang pria sejati kepada Hartini. Presiden RI pertama, Ir. Soekarno (Bung Karni), ternyata mengetahui hubungan Benny dan Hartini yang sudah terlalu lama berpacaran.

Pada akhirnya, Benny pun dipaksa Bung Karno untuk segera menikahi Hartini. Wajar saja Bung Karno sedikit memaksa. Sebab, Benny dan pemimpin besar revolusi Indonesia itu juga punya hubungan yang cukup dekat.

Desakan Bung Karno itu akhirnya membuat Benny tergugah. Pada 12 Desember 1964 Benny resmi menikahi Hartini di Jakarta. Setelah tahu Benny dan Hartini akhirnya menikah, Bung Karno membuat resepsi pernikahan keduanya di Istana Bogor.

Meskipun sudah menikah, Benny yang dikenal juga sebagai prajurit yang penuh dedikasi masih sering meninggalkan Hartini tanpa berpamitan. Benny lebih sering mengatakan pergi tugas ke luar kota kepada sang istri,

Bahkan, saat putrinya lahir pada 25 September 1965 Benny pun tak ada di sisi Hartini. Benny disebut tengah menjalankan misi rahasia. Waktu itu juga, Benny sama sekali tak bisa dihubungi oleh Hartini. Sehingga saat akan memberi nama kepada sang buah hati, Hartini sempat dilanda kebingungan.

Hartini sempat meminta langsung kepada Bung Karno untuk memberikan nama untuk putrinya. Tapi kemudian, Benny secara tiba-tiba pulang dan mengubah nama pemberian Bung Karno.

Meskipun sepintas tampaknya Benny tidak terlalu memperhatikan keluarganya, namun ia justru sangat menyayangi sang istri dan putrinya, Irene Ria Moerdani. Setiap hari saat akan berangkat ke kantor, Benny tak pernah lupa membawa bekal yang disiapkan Hartini.

Pasangan ini tetap harmonis hingga Benny menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Minggu 29 Agustus 2004.