Cinta Sejati Memang Semestinya Bukan Perkara Kesempurnaan Fisik Semata

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Kita semua pernah punya pengalaman atau kisah tentang cinta. Kita pun bisa memaknai arti cinta berdasarkan semua cerita yang pernah kita miliki sendiri. Ada tawa, air mata, kebahagiaan, kesedihan, dan berbagai suka duka yang mewarnai cinta. Kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Februari 2021: Seribu Kali Cinta ini menghadirkan sesuatu yang baru tentang cinta. Semoga ada inspirasi atau pelajaran berharga yang bisa dipetik dari tulisan ini.

***

Oleh: Naila Afra

Di sini saya hanya sebagai penyampai kisah. Menyampaikan kisah tentang cinta yang dipikir bagi seseorang tak pernah ada. Panggil saja dia Laras. Seorang perempuan yang hidupnya selalu dikucilkan karena kecacatan yang dia miliki sejak lahir.

Fisiknya tidak sempurna, Tuhan hanya memberikan beberapa jari di kedua tangannya. Perundungan tidak bisa dihindari, sudah jadi makanannya sehari-hari, sejak dia duduk di bangku sekolah, SD hingga dia lulus SMA. Sering kali Laras dilukai oleh perkataan kejam para lelaki, mengatai dia perempuan jelek dan cacat. Dia menguburkan keinginannya untuk menikah, tidak pernah mencoba jatuh cinta karena takut terluka. Laras betah tinggal di rumah, hanya berkeinginan untuk mengabdikan hidup merawat kedua orangtuanya.

Hingga suatu hari Laras harus keluar dari zona nyaman, saat sang Ayah jatuh sakit dan saat sang Kakak—yang menjadi tulang punggung keluarga—menderita depresi. Anto, kakaknya mengalami guncangan batin setelah rumah tangga yang dia bangun bersama perempuan yang dia cinta harus kandas. Anto merasa gagal menjadi suami, seketika saja tidak ingin melakukan apa pun, hanya mengurung diri dalam kamar.

Terdesak ekonomi membuat Laras melawan ketakutannya pada dunia luar. Laras mencari pekerjaan dan mengganti posisi Kakaknya sebagai tulang punggung keluarga. Dia memutuskan menjadi driver ojek online. Berjibaku dengan jalanan panas dan berdebu, dia menghabiskan hari mencari pesanan bahkan ngalong sampai tengah malam. Laras berubah dari anak rumahan, buta rute jalan menjadi orang yang tahu tentang seluk-beluk kota, menemukan jalan tikus untuk menghantarkan order pelanggan secepat mungkin.

Meskipun hanya sebagai driver ojek online, Laras akhirnya mampu membantu perekonomian keluarga. Namun tak pernah terpikirkan, bukan hanya masalah rezeki yang Tuhan berikan atas keberaniannya tapi juga cinta.

Jodoh Terbaik

Menikah tanpa harus berutang./Copyright shutterstock.com
Menikah tanpa harus berutang./Copyright shutterstock.com

Tak pernah mengira bahwa lelaki yang beberapa kali menjadi pelanggannya akan menjadi suaminya. Seorang lelaki bernama Agung menaruh hati kepada Laras. Semula Laras berpikir Agung hanya bersimpati karena—dalam perjalanan menuju kantor tempat dia bekerja—mendengar alasan Laras menjadi driver ojek online. Mereka menjadi teman baik kemudian, hingga suatu hari Agung mengejutkan Laras dengan berkata, “Laras, menikahlah denganku.”

Laras semula mengira Agung hanya bercanda, tidak mungkin seorang pria sempurna jatuh cinta perempuan cacat seperti dirinya. Namun keraguan Laras terbantahkan saat Agung bertandang ke rumah Laras. Bersama kedua orangtuanya, Agung melamar Laras menjadi istrinya.

Laras mempertanyakan alasan Agung meminangnya sebagai seorang istri. Apa lelaki itu tidak jengah dengan kecacatan yang dia miliki? Namun Agung menjawab, “Cinta nggak butuh alasan. Kalau kamu butuh jawaban, sayangnya butuh waktu lama untuk menjelaskan. Kamu sempurna di mataku.”

Laras harus berterima kasih pada dirinya karena telah berani mengambil keputusan keluar dari zona aman. Karena Laras tidak hanya menyelamatkan keluarganya, tapi juga menyelamatkan hatinya yang dulu sempat meragu akan cinta yang dia kira hanya memandang fisik semata.

#ElevateWomen