Cinta Sejati Rasikun dan Semi Hingga di Panti Jompo

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

TRIBUNNEWS.COM -- Pernah mendengar kisah cinta Layla Majnun? Atau cerita cintanya Habibie-Ainun, mantan Presiden Republik Indonesia ke 3 dan istri. Terlebih-lebih legenda cinta Nabi Sulaiman dan Ratu Saba. Cinta sejati mereka terjalin hingga usia terbilang tua.

Meski tak sama namun begitulah kira-kira cinta sejati yang dilakoni Rasikun (82) dan Semi (75). Di usia yang sangat renta, keduanya tak mau terpisahkan sampai maut datang menjemput.

Meski sepasang kakek-nenek ini terbuang dari keluarganya, mereka harus tetap semangat untuk bertahan hidup di panti jompo.

"Saya dari Banyumas, Jawa Tengah ke Bangka tahun 1950 lalu. Saya menikah sama Semi tahun 60. Saya duda dan dia janda, masing-masing punya anak. Saat menikah kami punya anak satu," ungkap Rasikun kepada bangkapos.com, Sabtu (29/12/2012) di panti jompo Kampung Keramat, Pangkalpinang yang dikelola Nurhayati atau Nek Nur .

Pendengaran Rasikun terganggu sehingga sulit mendengar. Namun, dia masih mudah mengingat bila ditanyakan sesuatu. Saban hari, dialah yang menemani Semi. Istrinya sejak sepuluh tahun terserang stroke sehingga kedua mata buta dan tubuh lemah.

"Istri saya cuma bisa di kursi roda. Makan, buang air dibantu orang lain. Saya bisa saja pulang ke Jawa tapi kasihan meninggalkan dia sendiri. Istri saya orang Bangka, anak-anaknya masih di sini (Bangka), tapi tidak bersama ibunya," ucapnya.

Lantaran tak kuat mencari nafkah, sejak beberapa tahun lalu, dua sejoli ini menumpang hidup di panti. Entah sampai kapan mereka bertahan hanya waktu yang menjawabnya. Samar-samar Rasikun berujar. "Siapa diantara kami berdua yang meninggal duluan tapi kami tidak akan pergi kemana-mana".

Baca juga:

  • Hari Kedua Pesta Danau Toba 2012 Sepi Pengunjung
  • Ratusan Rumah Warga Simeulue Terendam Air
  • Bom Rakitan Ditemukan Saat Natal Muda-mudi
  • Pembuatan e-KTP Gratis Diperpanjang Hingga Oktober 2013
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.