Cinta tanpa Mengharapkan Balasan, Sungguh Cinta Terindah yang Ada di Dunia

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Selalu ada cerita di balik setiap senyuman, terutama senyuman seorang ibu. Dalam hidup, kita pasti punya cerita yang berkesan tentang ibu kita tercinta. Bagi yang saat ini sudah menjadi ibu, kita pun punya pengalaman tersendiri terkait senyuman yang kita berikan untuk orang-orang tersayang kita. Menceritakan sosok ibu selalu menghadirkan sesuatu yang istimewa di hati kita bersama. Seperti tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba Cerita Senyum Ibu berikut ini.

***

Oleh: Indira Kurniati

Bicara tentang sosok seorang ibu, tentu tiap anak memiliki kesan dan arti sendiri tentang betapa luar biasanya sosok ibu. Bagiku ibu adalah malaikat yang dikirimkan oleh Allah SWT. Kebaikan hatinya menjadi kekuatannya.

Ibuku dulu sempat bekerja di sebuah instansi pemerintah sebagai pegawai honorer. Ibu mengabdi menjadi tenaga honorer kurang lebih 30 tahun. Selama menjalani kariernya tersebut ujian dan cobaan ibu hadapi. Beratnya beban pekerjaan sebagai pelayan masyarakat ibu hadapi.

Beliau sempat berusaha keras agar segera diangkat menjadi PNS namun selalu gagal. Hingga akhirnya pada saat usia ibu 50 tahun, ibu memutuskan untuk resign. Karena tubuhnya mulai gampang lelah, beban pekerjaan yang sangat berat, jarak tempuh perjalanan ke kantor yang sangat jauh, dan juga ketidakjelasan nasib kariernya menjadi ragam pemikiran yang akhirnya membuat ibu memutuskan untuk resign.

Tapi ibu tidak tahu bahwa apa yang ibu lakukan diam-diam aku amati. Sedari kecil aku selalu mengamati sikap ibu, cara ibu bahkan meniru apa yang ibu lakukan. Aku selalu mengamati bagaimana cara ibu mengatur waktu dengan efisien agar semua hal yang menjadi tanggung jawabnya berjalan dgn maksimal. Mulai dari bangun pagi ibu langsung memasak menyiapkan makanan untukku dan ayah dan adikku, mengerjakan pekerjaan rumah, lanjut bekerja ke kantor hingga sore, mengajariku belajar setiap malam. Semua hal itu aku amati dengan baik. Betapa hebatnya beliau dapat mengerjakan semua hal yang menjadi tanggung jawabnya dengan tuntas maksimal.

Cinta Ibu yang Luar Biasa

Cinta tanpa pamrih./Copyright Indira Kurniati
Cinta tanpa pamrih./Copyright Indira Kurniati

Ibu selalu bilang jadi perempuan itu harus serba bisa dan harus tangguh. Nasihat itu terus melekat di hidupku. Hingga sampai detik ini aku pun telah menjadi seorang ibu dari kedua anakku. Nasihat tersebut aku aplikasikan ke dalam hidupku. Cara ibu menjadi seorang ibu dan istri pun aku tiru.

Semenjak menikah rumah tanggaku mengalami banyak masalah utamanya dalam hal finansial. Ibu dan ayah tak hentinya membantu dalam banyak hal. Rasa hati pun malu, malu karena masih saja merepotkan. Hingga saat aku ingin memberikan sedikit rezekiku untuk ibu, namun ibu menolak ibu menolak pemberianku. Ibu tahu aku sedang sulit ibu tak ingin jika aku nanti malah kekurangan. Masha Allah padahal ibu selalu membantuku menjaga kedua anakku. Justru beliau dan ayah malah banyak memberi kepada kami tanpa harap diberi dariku.

Aku makin banyak belajar lagi bahwa cinta di dunia yang paling besar adalah cinta seorang ibu dan ayah. Ketulusan dan kebaikan ibu selalu menginspirasi setiap langkahku. Terlebih sifatnya yang sangat dermawan dan penyayang pada siapa pun.

Sungguh ibu adalah teladanku di dunia ini. Ibu, jangan pernah berhenti doakan aku anakmu yang sedang berjuang mengukir senyum kebahagiaan dan rasa bangga untukmu. Doakan aku bisa membahagiakanmu. Maaf dan terima kasih Ibu. I love you so much, Bu.

#ElevateWomen