Cinta Terlarang Pangeran Belgia dan Putri Belanda, Terhalang Aturan Kerajaan?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Amsterdam - Pangeran Gabriel dan Putri Catharina Amalia tengah jadi sorotan media Belanda soal isu hubungan spesial di antara keduanya. Cerita cinta kedua anak raja dan ratu dari beda negara ini disebut-sebut terhalang aturan kerajaan di masa lalu.

Gabriel merupakan seorang pangeran dari Kerajaan Belgia. Ia adalah anak kedua dari Raja Philippe dan Ratu Mathilde. Sementara Catharina Amalia adalah putri mahkota dari Ratu Maxima dan Raja Willem-Alexander.

Hal ini bermula dari tulisan dari surat kabar Argentina, Mendoza Post yang menyebut keduanya menjalin hubungan spesial usai berteman selama beberapa tahun.

Dikutip dari media Belanda RTL.be, Selasa (16/11/2021) surat kabar Argentina itu menyebut bahwa Ratu Mathilde dan Ratu Maxima dikenal sebagai teman baik. Sejak itu, Pangeran Gabriel dan Putri Catharina Amalia bisa bertemu dan diisukan memiliki perasaan satu sama lain.

Tapi secara hukum, media itu menyebut ada masalah jika keduanya tetap mempertahankan cinta mereka. Semua anggota keluarga kerajaan Belanda dan Belgia harus tunduk pada undang-undang yang sudah ada sejak 1830.

UU ini bermula pada 1830, tak lama setelah deklarasi kemerdekaan Belgia di tahun yang sama. Kala itu, Kongres Nasional Belgia mengadopsi sejumlah dekrit yang berusaha untuk memberlakukan pembatasan pada masa pemerintahan William I.

Dekrit ini berfokus pada pada musuh Belgia kala itu, Belanda. Dekrit tertanggal 24 November 1830 menetapkan bahwa "Anggota dari suku Orange-Nassau (Belanda) tidak diperbolehkan menjalankan kekuasaan atau otoritas di Belgia".

Dengan kata lain: anggota keluarga kerajaan Belanda tidak diperbolehkan menjalankan posisi kekuasaan apa pun di Belgia. Mulai dari jabatan pemerintahan, politik, atau monarki.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bisakah Keduanya Tetap Menikah?

(Dari kiri) Pangeran Gabriel Belgia, Putri Mahkota Elisabeth, Putri Eleonore, Ratu Mathilde dari Belgia, Pangeran Emmanuel dan Raja Philippe-Filip dari Belgia berpose untuk kunjungan kerajaan ke Taman Bokrijk, 27 Juni 2020. (DIRK WAEM/BELGA/AFP)
(Dari kiri) Pangeran Gabriel Belgia, Putri Mahkota Elisabeth, Putri Eleonore, Ratu Mathilde dari Belgia, Pangeran Emmanuel dan Raja Philippe-Filip dari Belgia berpose untuk kunjungan kerajaan ke Taman Bokrijk, 27 Juni 2020. (DIRK WAEM/BELGA/AFP)

Media Argentina ini juga menyertakan pandangan dari Nicolas Bernard, peneliti hukum tata negara di Universitas Saint-Louis, soal beberapa detail yang berkaitan dengan interpretasi undang-undang yang ditetapkan pada tahun 1830 ini.

"Perlu dicatat bahwa pernikahan antara Pangeran Gabriel dan Putri Amalia tidak dilarang, jika itu memang sudah kehendak mereka," kata Bernard.

"Dekrit ini hanya melarang anggota keluarga Oranye-Nassau menjalankan kekuasaan apa pun di Belgia. Lebih tepatnya, dalam urutan suksesi takhta Belanda. Oleh karena itu, jika pernikahan keduanya terjadi, Pangeran Gabriel tidak akan menjadi anggota keluarga Belgia lagi."

"Kemungkinan, keturunan mereka akan kehilangan hak untuk naik takhta di suksesi Belgia."

Sudah 190 tahun berlalu, aturan ini masih berlaku. Namun, hanya waktu yang diyakini akan mengungkap kebenarannya.

Infografis Penggolongan Masyarakat Era Hindia Belanda

Infografis Penggolongan Masyarakat Era Hindia Belanda
Infografis Penggolongan Masyarakat Era Hindia Belanda
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel