Cipinang Melayu Banjir Lagi, Warga Minta Keseriusan Pemerintah

Hardani Triyoga, Willibrodus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ratusan rumah di Keluragan Cipinang Melayu, Jakarta Timur terendam banjir. Banjir ini disebabkan tingginya curah hujan di ibu kota selama dua hari terakhir yang membuat Kali Sunter meluap.

Tim SAR gabungan juga sudah mengevakuasi warga Cipinang Melayu yang jadi korban banjir. Tinggi banjir terutama di wilayah RW 04 kisarannya 1 meter.

Warga setempat mulai terendam banjir sejak pukul 04.00 WIB, dini hari tadi. Sebagian warga yang tak sempat mengantisipasi banjir, saat ini masih bertahan di rumah dan menunggu dievakuasi petugas.

Menurut warga, banjir kali ini yang terparah sejak Januari 2021. Wilayah ini sempat dikunjungi dan dinyatakan bebas banjir oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Banjir ini enggak begitu besar dari tahun kemarin dan pada minggu lalu juga enggak kena banjir, baru kali ini. Banjir karena hujan selama dua hari dan kali di belakang meluap," kata Saiful, seorang warga setempat, Jumat 19 Februari 2021.

Namun, diduga, luapan Kali Sunter ini dikarenakan belum dilakukan proses penanggulangan di bantaran kali dan masih akan terjadi banjir. Saat ini, sudah dilakukan pengerukan kali serta waduk di hulu Kali Sunter.

Menurut Saiful, sejumlah warga yang telah dievakuasi saat ini mengungsi di Universitas Borobudur. Hingga saat ini, kondisi air belum surut dan masih stabil di ketinggian kisaran satu meter.

"Sebagian warga bawa sudah mengungsi di Universitas Borobudur. Airnya enggak surut dan enggak naik, udah stabil sejak pagi tadi," ujarnya.

Saiful yang juga warga RW 04 pun meminta keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi banjir. Sebab, hingga tahun ini, penanganan banjir dinilai belum ada perubahan. "kami minta pemerintah serius tangani banjir. Karena, banjir setiap tahun tetap ada dan hampir enggak ada yang berhasil tangani banjir ini," tuturnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Pamer Cipinang Melayu Tak Kebanjiran