CIPS: Industri makanan minuman berpotensi dorong pemulihan ekonomi

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran mengatakan industri makanan dan minuman yang terus tumbuh positif di tengah COVID-19 berpotensi mendorong pemulihan ekonomi, meski masih terhalang oleh berbagai tantangan.

"Industri makanan dan minuman jelas memperlihatkan pertumbuhan positif meski di masa pandemi, dan mayoritasnya adalah industri kecil dan menengah yang masih banyak menghadapi tantangan dalam usaha mereka untuk dapat naik kelas," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Hasran mengatakan, Industri Kecil dan Menengah (IKM) makanan minuman masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan usaha mereka, misalnya tantangan internal berupa keterbatasan modal, kelemahan manajemen, standar dan legalitas usaha yang belum terpenuhi, serta kemampuan inovasi yang terbatas.​​​​​​​

Baca juga: Menperin: IFI katalis IKM tingkatkan skala bisnis makanan dan minuman

IKM ini juga menghadapi tantangan eksternal, meliputi ketidakpastian pasokan bahan baku, fluktuasi harga bahan baku, permintaan pasar yang tidak stabil, dan permukaan saingan antar pelaku usaha.

"Selain pelatihan dan bimbingan serta kemudahan dalam mengurus legalitas usaha mereka, digitalisasi usaha mereka juga merupakan jalan keluar dari permasalahan yang diakibatkan tantangan tantangan yang mereka hadapi ini," ujar Hasran.

Ia menyarankan agar pemerintah membantu pengembangan IKM makanan minuman dengan meringankan persyaratan legalitas usaha mereka.

Pihak swasta dan masyarakat madani juga dapat membantu dalam memberikan pelatihan dan bimbingan dasar keterampilan usaha, manajemen finansial, maupun penguasaan teknologi pada IKM ini.

"Dengan pesatnya perkembangan teknologi serta cepatnya transformasi digital yang merubah wajah perekonomian, termasuk di Indonesia, IKM makanan dan minuman perlu dibantu menyiapkan diri untuk beradaptasi dan berinovasi agar dapat naik kelas menjadi industri besar," katanya.

Baca juga: IKM makanan beku catat kenaikan penjualan 50 persen saat pandemi

Pemerintah juga perlu memberi perhatian pada pelaku IKM makanan minuman perempuan yang menjadi pemilik mayoritas IKM makanan minuman dengan membuat regulasi yang sensitif gender.

Saat ini, industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh sebesar 3,75 persen year on year pada kuartal I 2022 lalu. Kementerian Perdagangan mencatat 1,68 juta IKM makanan minuman beroperasi di Indonesia pada kuartal I 2022 yang mencapai 38,27 persen dari total IKM di Indonesia.

Pada saat yang sama, industri makanan dan minuman sendiri, termasuk IKM yang bergerak di sektor ini, menyumbang 37,77 persen dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB) industri nonmigas atau 6,55 persen dari PDB nasional.

Baca juga: Kemenperin genjot daya saing dan ekspor IKM makanan dan minuman

Baca juga: Kemenperin paparkan kendala IKM makanan dari bahan baku hingga omzet

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel